MMI Dorong Daya Saing Industri FMCG Lewat Produksi Ramah Lingkungan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) atau MMI memperkuat posisi Indonesia di industri fast moving consumer goods (FMCG) dengan menghadirkan inovasi teknologi dalam produk baby care dan personal hygiene. Melalui merek MIUBaby, MMI mengembangkan teknologi Triple Core SAP, struktur penyerap tiga lapisan yang mampu membagi rata dan mengunci cairan agar tidak bocor, dengan ketebalan 1,5 milimeter.
MMI memperkuat rantai produksi dan efisiensi industri dengan pabrik berteknologi tinggi di Tangerang yang memiliki kapasitas hingga 150 juta popok per bulan atau 800 popok per menit. Fasilitas tersebut memadukan bahan baku premium asal Jepang dan mesin berstandar internasional dari Jerman, menjadikannya mesin SAP tercepat pertama di Indonesia. Seluruh proses produksi menerapkan konsep zero waste dan prinsip ramah lingkungan.
“Inovasi bukan sekadar menciptakan produk baru, tetapi menciptakan nilai bagi keluarga Indonesia,” ujar CEO PT Multi Medika Internasional Tbk Mengky Mangarek dalam siaran pers, Senin (3/11/2025).
Baca Juga
Beli Aset Tanah, Multi Medika (MMIX) Raih Pembiayaan Syariah Rp 59 Miliar
Selain memasarkan produk dengan merek sendiri, MMI juga menjadi supplier utama house brand dan produk reguler bagi jaringan ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret. MMI menyabet penghargaan “FMCG Game Changer of The Year 2025.” Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan MMI dalam mengubah standar industri melalui inovasi teknologi, riset penelitian dan pengembangan (R&D), dan komitmen terhadap kualitas produk yang berorientasi pada konsumen.
Di sisi lain, kinerja keuangan MMI menunjukkan pemulihan pada kuartal II 2025. Emiten FMCG tersebut berhasil membukukan pendapatan Rp 97,93 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 69,38 miliar.
Baca Juga
Topindo (TOSK) Rambah Bisnis FMCG Usai IPO, Ternyata Ini Tujuannya
Peningkatan pendapatan ini turut mendorong pertumbuhan laba kotor menjadi Rp 59,46 miliar pada kuartal II 2025, dari Rp 41,89 miliar di kuartal II 2024. Capaian tersebut menandai perbaikan marjin usaha setelah sempat menurun pada tahun sebelumnya.
Lebih jauh, MMI juga berhasil membalikkan posisi rugi menjadi untung. Pada kuartal II 2024, perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp 4,51 miliar, sementara di kuartal II 2025 berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,76 miliar.

