Terbitkan Jurnal Ilmiah, OJK: Riset Alat untuk Capai Kesejahteraan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Riset merupakan alat penting untuk mencapai kesejahteraan ekonomi dan sosial. Untuk mendorong peningkatan riset, Otoritas Jasa Keuangan menggelar “OJK International Research Forum 2023”, yang mempertemukan para peneliti dan akademisi dengan regulator dan para pengampu kepentingan lainnya dalam forum ilmiah. OJK juga meluncurkan jurnal ilmiah internasional.
“'OJK International Research Forum 2023' ini merupakan yang pertama kali kami selenggarakan. Riset berperan penting dalam pengembangan berbagai aspek sosial kemasyarakatan, karena akan mendorong terciptanya inovasi dan pengembangan berkelanjutan, yang akhirnya menciptakan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, dalam keterangan usai memberi sambutan pada "OJK International Research Forum 2023" di Jakarta, Senin 25 September 2023.
Ia menjelaskan lebih lanjut, kapabilitas riset yang dimiliki oleh Indonesia semakin membaik, seiring meningkatnya ekonomi. Untuk mengembangkan lebih lanjut dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dukung Pengembangan EV
Mahendra Siregar juga menjelaskan, komitmen untuk mengembangkan penelitian dan pengembangan serta inovasi juga penting untuk mengatasi tantangan lingkungan hidup. Itulah sebabnya, forum ilmiah tersebut mengambil tema "“Save the Planet: The Role of Financial Sector to Support Carbon Reduction and Electric Vehicles Development”, yang dilandasi keprihatinan atas semakin meningkatnya risiko yang dihadapi manusia akibat perubahan iklim bumi.
Terkait tema acara, forum riset ini menampilkan beberapa peneliti dan praktisi dari dalam dan luar negeri, yang memaparkan perkembangan terkini dan berdiskusi mengenai bursa karbon serta pengembangan ekosistem dan pembiayaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Mahendra mengemukakan lebih lanjut, OJK mendorong sektor jasa keuangan untuk berkontribusi pada pengembangan keuangan berkelanjutan.
OJK telah memiliki beberapa perangkat untuk mendukung upaya tersebut, antara lain:
(1).Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan yang telah diimplementasikan sejak 2015.
(2).Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan ASEAN v.2 yang telah mengadopsi model yang dikembangkan secara global.
(3). Jejaring dan business matching antara pemilik proyek hijau dan investor potensial.
(4).Insentif untuk obligasi hijau dan pembiayaan kendaraan elektrik.
(5).Peluncuran kerangka perdagangan karbon untuk mendukung pengembangan bursa karbon.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Sekretariat Dewan Komisioner dan Logistik OJK Imansyah menekankan bahwa sektor keuangan harus berkontribusi dalam memitigasi perubahan iklim bumi. Hal ini melalui kebijakan keuangan berkelanjutan dan pendanaan proyek-proyek yang memperhatikan aspek lingkungan jangka panjang.
Baca Juga
Saat Mobil Listrik Sudah Sangat Banyak, Tak Perlu Menambang! Kok Bisa?
Jurnal Ilmiah OJK
Pada kegiatan tersebut, OJK juga meluncurkan jurnal ilmiah internasional yang dikelola OJK, yaitu The International Journal of Financial Systems (IJFS). Jurnal diharapkan dapat menjadi wahana bagi para peneliti OJK dan peneliti-peneliti lainnya dari dalam dan luar negeri untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian serta menjadi rujukan keilmuan, kebijakan, dan praktik di industri keuangan.
Pengelolaan IJFS ini dilakukan secara profesional, merujuk standar pengelolaan jurnal internasional dan melibatkan berbagai mitra. Ini terutama dari kalangan akademisi dari dalam dan luar negeri, sebagai mitra bestari dan dewan editor.
Baca Juga
Tingkat Emisi Rendah, Kereta Api Bisa Dapat Pembiayaan Hijau
Adapun lingkup keilmuan yang akan dipublikasikan dalam IJFS meliputi berbagai aspek sistem keuangan, seperti institusi dan regulasi di sektor keuangan, instrumen-instrumen keuangan, inklusi dan literasi keuangan, serta keuangan syariah. "Ke depan, penyelenggaraan 'OJK International Research Forum' dan penerbitan jurnal IJFS dilakukan secara periodik, konsisten, dan berkesinambungan. Hal ini diharapkan memperkaya khazanah dan wawasan pemahaman topik-topik ekonomi dan keuangan dari berbagai sudut pandang, menghimpun rekomendasi kebijakan strategis dan praktik terbaik di sektor keuangan, serta turut berkontribusi dalam mengembangkan keilmuan di bidang ekonomi dan keuangan," imbuh Mahendra.

