Krakatau Steel Siapkan Sumur Artesis di Wilayah Kering di Cilegon
CILEGON, Investortrust.id —Setelah bertahun-tahun hidup dengan distribusi air bersih yang tak menentu, warga Kampung Kagungan, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon bisa menarik napas lega. Sebuah sumur artesis sedalam 100 meter telah dibangun dan mulai mengalirkan air bersih ke rumah-rumah mereka.
Sumur artesis ini menembus lapisan batuan keras hingga mencapai akuifer dalam tanah, tempat air bawah tanah terkumpul dengan tekanan tinggi. Berbeda dengan sumur dangkal yang kerap mengering saat musim kemarau, sumur artesis mampu menyemburkan air secara alami, bahkan tanpa pompa. Itulah sebabnya teknologi ini sangat dibutuhkan di wilayah-wilayah dengan kondisi geologis sulit, seperti di Kampung Kagungan, yang berbukit dan berbatu.
Kampung Kagungan memiliki topografi yang menantang: perbukitan, lapisan batu keras, serta letak perumahan warga yang terpencar. Pengeboran biasa sering kali gagal karena air tanah tidak cukup atau bor tidak mampu menembus batuan keras.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan membangun sumur artesis di wilayah tersebut. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Kodim 0623 Cilegon melalui program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).
Menurut keterangan dari tim teknis TMMD, pengeboran sumur artesis di lokasi ini membutuhkan waktu hampir dua pekan, melibatkan alat berat, dan pengujian sumber air secara menyeluruh.
Baca Juga
Gandeng Krakatau Steel, PGN Kembangkan Infrastruktur LNG di Kawasan Pelabuhan
Air dari sumur artesis kini telah dialirkan melalui jaringan pipa ke beberapa titik penampungan umum. Warga bisa mengambil air setiap saat, dan bahkan telah mulai membuat sistem distribusi ke rumah-rumah dengan dana swadaya.
Bagi Krakatau Steel, program ini merupakan wujud dari komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama poin ke-6: akses air bersih dan sanitasi untuk semua. Tak hanya di Cilegon, perusahaan baja milik negara ini juga merancang inisiatif serupa untuk kawasan industri di wilayah lain yang mengalami kelangkaan air.
“Program sumur artesis ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antar-BUMN dan institusi negara seperti TNI dapat menciptakan dampak sosial yang signifikan. Kolaborasi tersebut memudahkan akses logistik, perizinan, dan kepercayaan masyarakat,” demikian manajemen PT Krakatau Steel Tbk dalam pernyataan resminya yang dikutip Kamis (17/4/2025).
Namun sumur artesis sebagai sumber air bersih yang diambil dari lapisan akuifer di dalam tanah, maka pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak agar tidak merusak keseimbangan lingkungan.
Untuk itu Krakatau Steel juga berkomitmen membangun buffer zone di sekitar sumur artesis yang mereka bantu, dengan menanam pohon besar dan tanaman vetiver. Langkah ini penting untuk mencegah kontaminasi dari permukaan tanah dan menjaga kualitas air tanah.
Selain itu, perusahaan juga akan menyediakan fasilitas rain harvesting untuk membantu suplai ulang akuifer. Dengan cara ini, keberadaan sumur artesis bisa berkelanjutan dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Kini, suara air yang mengalir dari pipa-pipa di Kampung Kagungan bukan sekadar bunyi latar. Ia adalah simbol harapan dan peradaban. Di tengah tantangan urbanisasi dan krisis iklim, langkah Krakatau Steel menghadirkan air bersih menjadi bukti bahwa industri besar pun bisa turun tangan menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat.

