Kemenhut: Biodiversity Credit Jadi Instrumen Baru Pengelolaan Hutan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendorong pendekatan inovatif dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan secara lestari. Salah satunya penerapan biodiversity credit yang bisa mendapatkan insentif finansial sekaligus berkontribusi terhadap perlindungan keanekaragaman hayati.
Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko mengungkapkan, biodiversity credit merupakan bentuk investasi masa depan yang memberikan timbal balik kepada individu atau korporasi yang berperan aktif dalam pelestarian atau pemulihan ekosistem.
Baca Juga
“Biodiversity credit bisa menjadi solusi integral dalam optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Biodiversity kredit merupakan salah satu inovasi yang saat ini tengah berkembang di bidang konservasi Dan dapat menjadi solusi penting untuk menghubungkan sektor ekonomi dengan tujuan konservasi alam,” ujarnya, di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Menurut Satyawan, dalam konteks perubahan iklim dan tekanan terhadap ekosistem yang semakin tinggi, pengelolaan hutan yang lestari menjadi salah satu langkah strategis. Hutan tak hanya menyerap karbon dioksida dari atmosfer, tapi uga menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, serta penyedia berbagai jasa ekosistem yang vital.
Pelestarian hutan adalah fondasi dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, pendekatan seperti multi usaha kehutanan (MUK) yang regeneratif sangat penting untuk terus bersama-sama didorong.
Baca Juga
Satgas Penertiban Kawasan Hutan Serahkan 216.997 Hektare Lahan ke Negara
Implementasi MUK, lanjut Satyawan, memungkinkan integrasi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam satu kawasan hutan,. Model ini tidak hanya berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, tapi juga menjadi jalan keluar terhadap berbagai persoalan konflik lahan dan tenurial.
Meski begitu, ia menekankan perlunya dukungan pendanaan jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan model tersebut. Di sinilah peran biodiversity credit menjadi krusial.
“Disinilah peran penting dari MUK melalui investasi biodiversity kredit sebagai solusi integral dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan,” kata Satyawan.
“Serta mewujudkan kebijakan pengelolaan hutan lestari yang mendukung dekarbonisasi ekonomi sirkuler, Ketahanan pangan energi air, kelestarian biodiversitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.

