Indo Tambangraya (ITMG) kembali Raih Predikat Tertinggi di Penghargaan ASRRAT 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) atau ITM berhasil meraih predikat tertinggi Platinum Rank dalam ajang pemeringkatan laporan keberlanjutan tingkat Asia (Asia Sustainability Reporting Rating/ASRRAT) 2024 yang diselenggarakan oleh National Centre for Corporate Reporting (NCCR).
Redikat Platinum Rank diberikan kepada perusahaan setelah berhasil meraih skor di atas 93 (skala 100) terhadap laporan keberlanjutan. Sedangkan ASSRAT 2024 diikuti oleh 70 organisasi dari sektor swasta dan publik, termasuk insitutusi pendidikan tinggi.
Baca Juga
Indo Tambangraya Megah (ITMG) Tebar Dividen Interim 70% dari Laba, Setara Rp 1.228 per Saham
Direktur Utama ITMG Mulianto mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi ITM untuk terus mengambil langkah konkret dalam memitigasi aspek lingkungan, sosial dengan tata kelola yang baik, guna memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Laporan Keberlanjutan menjadi perangkat penting untuk mengukur kinerja ESG, serta menjadi bagian dari upaya ITM untuk mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan,” ujarnya melalui penjelasan resmi di Jakarta, Senin (25/11/2024).
ITM telah aktif berpartisipasi dalam penilaian ASSRAT sejak 2017 dan berhasil mendapatkan predikat Platinum untuk kedua kalinya pada penyelenggaraan ASRRAT 2024.
Sementara itu, Ketua NCCR Dr Ali Darwin mengatakan, kewajiban mengungkap kinerja dalam laporan keberlanjutan akan mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dampak sosial dan lingkungan.
Baca Juga
Indo Tambangraya (ITMG) Bidik Produksi Batu Bara Tembus 20,2 Juta Ton Tahun 2024
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas NCCR Prof. Bambang Brodjonegoro menyampaikan, laporan keberlanjutan dapat memitigasi risiko lebih baik dan meningkatkan kepercayaan publik. ”Dunia saat ini semakin memprioritaskan bisnis dengan aksi dan tujuan yang jelas. Selain itu, laporan Morgan Stanley 2023 menunjukkan bahwa 85% pelanggan individu berminat dengan investasi keberlanjutan,” terangnya.
Sejak 2005, NCCR secara rutin menggelar penilaian terhadap Laporan Keberlanjutan yang berfokus pada aspek transparansi dan kepatuhan sesuai kerangka yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiative (GRI) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) 16/2023. Untuk meraih peringkat Platinum, perusahaan perlu memenuhi sejumlah persyaratan dalam penyusunan laporan, seperti Tipe 2 Assurance Engagement berdasarkan AA1000AS (2018) dan/atau ISAE3000, SDGs Compass, pengungkapan penuh untuk aspek energi dan emisi gas rumah kaca, serta menjalani proses wawancara.
Penilaian laporan dilakukan oleh 7 juri dan 20 asesor, yang memiliki kompetensi untuk melakukan audit terhadap Laporan Keberlanjutan dan spesialis tersertifikasi untuk Laporan Keberlanjutan. Proses evaluasi tahap akhir dilakukan dengan sesi wawancara dengan Direksi ITM yang telah dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2024. NCCR adalah organisasi independen pertama yang mengembangkan Pelaporan Keberlanjutan di Indonesia dan organisasi pertama yang memperkenalkan istilah “Laporan Keberlanjutan” di Indonesia.

