Genjot Investasi Hijau, KLHK: Perlu Sinergi Sektor Swasta dan Publik
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, sebagai upaya untuk menggenjot investasi hijau di dalam negeri, dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak, baik sektor publik dan swasta.
“Dengan mengutamakan investasi pada proyek-proyek yang ramah lingkungan, Indonesia dapat memperkuat daya saing ekonomi sekaligus menjaga ekosistem alamnya,” ujarnya, dalam Konferensi Tata Lingkungan Indonesia 2024, di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Menurutnya, untuk mewujudkan investasi hijau perlu juga dukungan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan serta pemulihan lingkungan hidup. Sebab, teknologi dan inovasi menjadi katalis yang mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang pembangunan.
Baca Juga
Jadi Panelis di Forum IPEF 2024, Airlangga Tawarkan Beragam Peluang Investasi Hijau
“Melalui pemanfaatan teknologi terbaru, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA), mempercepat pemulihan ekosistem yang rusak, serta mengurangi emisi karbon,” kata Hanif.
Sebagai upaya untuk menggenjot investasi hijau, turut digelar Konferensi Tata Lingkungan Indonesia Tahun 2024. Forum ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan, inovasi, dan kolaborasi yang diperlukan dalam menghadapi tantangan keberlanjutan, dengan fokus pada lingkungan sebagai fondasi investasi berkelanjutan.
Konferensi ini, lanjut Hanif, berfokus pada perumusan kebijakan yang akan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan diambil dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga
Selain itu, dalam konferensi ini juga menekankan pentingnya investasi hijau dan ekonomi berkelanjutan sebagai respons terhadap kebijakan lingkungan yang kokoh. Sebab, investasi yang berorientasi pada keberlanjutan bukan hanya tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
“Konferensi Tata Lingkungan Indonesia 2024 merupakan wadah bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil untuk berdiskusi dan merumuskan solusi konkret guna menghadapi tantangan keberlanjutan,” ujar Hanif.

