Bappenas Pastikan Penerapan Ekonomi Sirkular Masuk Rencana Pembangunan Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Vivi Yulaswati mengatakan penerapan ekonomi sirkular akan menjadi arah strategi dalam pembangunan nasional 20 tahun ke depan. Ia pun memastikan penerapan ekonomi sirkular juga akan masuk dalam rencana pembangunan di tingkat daerah.
Vivi menyebut saat ini penerapan ekonomi sirkular tengah dirumuskan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
"Tentunya kita akan jadikan pedoman bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda) dalam menyusun rencana strategis sektor terkait dan RPJMD masing-masing daerah," kata Vivi saat sesi doorstop Green Economy Expo 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Meski demikian, ia mengungkap penerapan ekonomi sirkular dapat dikatakan masih sangat lemah. Ia berujar pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dalam mengoptimalkan penerapan ekonomi sirkular.
Baca Juga
Bappenas Bidik 4,4 Juta Lapangan Kerja Hijau dari Ekonomi Sirkular
Menurutnya, penerapan ekonomi sirkular memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat. Ia mencontohkan soal penggunaan plastik, yang apabila tidak diminimalkan bukan tidak mungkin sampah plastik akan memenuhi tempat pembuangan akhir (TPA) di tahun 2028.
"Kita harus berubah tapi seluruh masyarakat juga," sambungnya.
Kemudian ia mengungkap berdasarkan studi yang dilakukan oleh Bappenas, penerapan ekonomi sirkular dapat berkontribusi positif terhadap penambahan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp 683 triliun. Angka itu tidak lepas dari terciptanya lapangan pekerjaan baru dari sektor ekonomi hijau yang ditaksir mencapai 4,4 juta.
Selain penerapan ekonomi sirkular, ia mengatakan Bappenas juga akan mendorong implementasi transisi energi, dekarbonisasi industri dan pengembangan agrikultur yang lebih berkelanjutan. Ia menambahkan sejumlah langkah tersebut didorong agar Indonesia dapat segera mengoptimalkan potensi ekonomi hijau.
Baca Juga
Bappenas: Ekonomi Sirkular Berpotensi Tingkatkan PDB Hingga Rp 638 Triliun
Untuk mengoptimalkan upaya-upaya tersebut, Bappenas menggandeng sejumlah pihak untuk dapat mendorong penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. Salah satunya adalah melakukan kerja sama dengan pemerintah Denmark.
Ia menyebut pemerintah Denmark akan membantu Indonesia dalam pengendalian food loss and waste. Bappenas sendiri mencatat terdapat potensi kerugian ekonomi sekitar Rp 213 - Rp 551 triliun per tahun akibat sampah atau sisa makanan.
"Food loss itu di sisi produksinya, food waste di sisi piring masing-masing, banyak cara yang kita perlu pelajari dari negara lain, termasuk urusan teknologi, inovasi, riset-riset yang sudah pernah ada, supaya kita bisa lari kencang," tutup Vivi.

