Kementerian ESDM Akui Berat Kejar Target Bauran EBT 23% di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM tidak memungkiri bahwa untuk mencapai target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025 merupakan hal yang berat.
Direktur Konservasi Energi Ditjen EBTKE, Hendra Iswahyudi mengungkapkan, saat ini bauran EBT yang terealisasi baru sekitar 13,1%. Mengingat jangka waktu yang hanya tersisa sekitar satu tahun lagi, Hendra mengakui bahwa dibutuhkan kerja sangat keras untuk memenuhi target nasional 23%.
“Terkait target EBT memang tadinya ini menjadi cita-cita yang memang harus kita kejar lagi. Kita pemerintah sudah mengembangkan RUPTL ini kan, sebenarnya kita sesuaikan nih supaya bisa 23%, tapi karena beberapa molor, sehingga ke sininya masih belum optimal,” kata Hendra dalam media briefing Update Isu dan Kebijakan Transisi Energi di Indonesia yang diselenggarakan Institute for Essential Services Reform (IESR), Rabu (3/7/2024).
Baca Juga
Gandeng Norwegia, RI Dorong Implementasi EBT hingga CCS/CCUS
Untuk menambah bauran EBT, Hendra menyebut akan lebih memperkuat lagi biomassa untuk industri. Ia menerangkan bahwa selama ini banyak industri yang sebenarnya shifting untuk boiler-nya dari batu bara ke biomassa.
“Itu mungkin akan kita berikan lagi pencatatannya, termasuk boiler BBM yang bertekanan rendah yang bisa dielektrifikasi. Jadi harus diganti dengan boiler listrik. Ini kalau kita sudah di industri itu cukup banyak, tinggal nanti kita dorong pendanaan untuk bisa memfasilitasi itu,” ujar Hendra.
Meski berat untuk mencapai target bauran EBT 23% di 2025, Hendra menegaskan bahwa pemerintah akan berkomitmen untuk mencapai hal tersebut. Pemerintah masih berpegang pada regulasi yang ada, yakni Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi dan juga rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).
Baca Juga
PLN Akan Tambah Porsi Pembangkit Listrik EBT Sebesar 75% hingga Tahun 2040
Sebelumnya, Dewan Energi Nasional (DEN) sempat menyampaikan bahwa mereka akan merevisi target EBT menjadi 17-19% di 2025. Target bauran EBT tersebut nantinya akan tercantum dalam revisi Kebijakan Energi Nasional (KEN).
Kendati demikian, Menteri ESDM Arifin Tasrif telah menegaskan bahwa tidak ada perubahan target. “Kita tetap dengan target sebelumnya. Yang revisi siapa? Biarin aja. Itu (target 17-19%) kan prediksinya KEN,” ujar dia.

