ESDM Proyeksikan Bauran EBT di Akhir 2025 Dekati 17%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan bauran energi baru terbarukan (EBT) pada akhir tahun 2025 ini akan mendekati angka 17%. Saat ini angka bauran EBT berada di posisi 16,1%.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, hingga akhir tahun nanti akan ada tambahan beberapa ratus megawatt (MW) dari pembangkit EBT. Namun, tambahan tersebut tidak akan membuat bauran EBT nasional menyentuh angka 17% di akhir tahun nanti.
Baca Juga
Energi Surya Jadi Primadona Baru, Indonesia "Gaspol" 100 GW PLTS
“Tambahannya 800-an MW, nanti ada tambah lagi PLTA yang kita tunggu itu Merangin sekitar 150-an MW, terus PLTMH yang kecil-kecil, lalu PLTS, PLTP sudah selesai, tinggal peresmian satu lagi yang Lumut Balai itu 55 MW. Perkiraan mungkin 16% koma sekian. Untuk 17% susah,” kata Eniya di sela acara Investortrust Green Energy Summit (IGES) 2025 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Menurut Eniya, capaian ini sudah cukup baik, mengingat target bauran EBT yang tercantum dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN untuk tahun 2025 adalah sebesar 15,9%.
Lebih lanjut, dia menilai bauran EBT ke depannya akan semakin besar, lantaran Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangungan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW). PLTS tersebut direncanakan untuk melistriki desa-desa di seluruh penjuru Tanah Air.
Baca Juga
“Saya rasa nanti (terjadi) akselerasi dari Pak Presiden untuk memasukkan PLTS itu kan sedang dibahas terus ini, PLTS untuk bisa masuk lebih masif lagi. Kita tunggu dalam tiga bulan ini,” ucap Eniya.
Eniya membeberkan bahwa terdapat opsi pembangunan solar panel ini bakal menjadi bagian dari pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga program ini juga bakal mendorong pemerataan dan swasembada energi bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Nah ada pilihan seperti itu, jadi gabung dengan KDMP ya istilahnya. KDMP dipasang solar cell, nanti kita masih bahas dengan Pak Menteri (ESDM),” ujar dia.

