Luar Biasa! Penjualan Mobil Hibrida Meroket 5.190%
JAKARTA investortrust.id - Kendaraan listrik hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) makin digandrungi masyarakat. Dalam dua tahun terakhir, penjualan mobil hibrida per bulan meroket 5.190% dari hanya 95 unit pada Januari 2022, menjadi 5.026 unit pada September 2023. Bahkan Juli lalu, mobil hibrida terjual 6.940 unit.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon mengungkapkan, mobil listrik hibrida memiliki prospek cerah di Indonesia karena harganya lebih terjangkau dibanding mobil listrik murni (electric vehicle/EV).
“Mobil listrik hibrida bisa menjadi jembatan bagi pasar Indonesia untuk bergeser menuju mobil listrik murni. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan HEV,” kata Ali Murtopo saat membuka seminar “Potensi Besar dan Kebutuhan Insentif Mobil Hibrida” yang diselenggarakan investortrust.id di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Seminar itu menghadirkan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, Direktur PT Astra Otoparts Tbk Kusharijono, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, pengamat otomotif Bebin Djuana, dan peneliti kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu.
Ali Murtopo mengakui, mobil listrik hibrida juga memiliki keunggulan, yaitu lebih hemat bahan bakar minyak (BBM) dibanding mobil konvensional. Soalnya, mobil hibrida menggunakan dua sumber energi, yaitu motor listrik dan BBM. “Dengan dua sumber energi ini, mobil hibrida lebih efisien dan lebih hemat BBM,” ujar dia.
Baca Juga
Potensi ekspor mobil listrik hibrida, menurut Ali Murtopo, sangat besar. Pasar mobil hibrida global diperkirakan terus bertumbuh, terutama di regional Amerika Utara, Eropa, dan Asia-Pasifik. “Compound annual growth rate (CAGR)-nya sekitar 30%,” tutur dia.
Dia menjelaskan, pasar mobil hibrida global tahun ini diprediksi mencapai US$ 156 miliar. Angka itu bakal melesatmenjadi US$1,30 triliun pada 2032. “Potensi ini harus kita optimalkan, ekspor mobil hibrida harus kita genjot,” tegas dia.
Di Indonesia, kata Ali Murtopo, penjualan mobil listrik hibrida juga terus meningkat. Hingga Oktober 2023, penjualan domestik mobil listrik hibrida mencapai 39.885 unit. Dari jumlah itu, yang diekspor mencapai 19.624 unit. "Ini menandakan pasar mobil listrik hibrida sedang mengalami perkembangan yang cukup baik,” ucap dia.
Baca Juga
Alternatif Kurangi BBM
Ali Murtopo menegaskan, mobil listrik hibrida dapat menjadi salah satu alternatif bagi Indonesia dalam mengurangi penggunaan BBM dan mereduksi emisi karbon. Hanya saja, pemerintah sejauh inimasih melihat potensi yang besar pada pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB (battery electric vehicle/BEV).
Alasannya, menurut Ali Murtopo, Indonesia memiliki sumber daya mineral nikel terbesar di dunia yang menjadi salah satu komponen utama baterai untuk BEV.
Baca Juga
Astra International (ASII), Raja Mobil Hibrida yang Difavoritkan Analis
“Pengembangan mobil BEV juga dapat menumbuhkan sektor industri lain, baik backward maupunforward linkage, serta dapat mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060. Itu sebabnya, insentif saat ini masih difokuskan untuk sektor BEV,” papar dia.
Dia menambahkan, pemerintah menargetkanproduksi BEV sekitar 400 ribu unit hingga dua tahun ke depan (2025). Pada angka itu, tingkat utilisasi industri otomotif nasional mencapai 80%.
“Permintaan BEV di Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang baik, sehingga Indonesia harus betul-betul mengoptimalkan momentum ini sebagai penggerak utama menjadi negara maju,” tegas dia.
Dukung Mobil Hibrida
Meski masih fokus ke BEV,kata Ali Murtopo, pemerintah mendukung penuh pengembangan mobil hibrida, mengingat kendaraan ini bakal turut mengakselerasi pencapaian NZE 2060 sekaligus sebagai transisi menuju BEV. “Makanya kami menunggu masukan-masukan dari seluruh stakeholders. Kami berterima kasih kepada Investortrust yang telah menggelar seminar ini,” tutur dia.
Baca Juga
Ekspansi Suku Cadang Mobil Listrik hingga Alat Kesehatan, Saham Astra Otoparts (AUTO) Direvisi Naik
Dia mengemukakan, segenap anak bangsa harus bersinergi mengampanyekan kendaraan listrik, termasuk mobil hibrida. Dengan begitu, pasar domestik makin bergairah. “Shifting dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik pun bisasemakin cepat,” tandas dia.
Ali Murtopo mencontohkan, berdasarkan kajian Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Indonesia berpotensi mendapatkan manfaat senilai US$ 15 miliar pada 2040 dari BEV, US$ 10 miliar dari sepeda motor listrik, dan US$ 5 miliar dari kendaraan hibrid melalui penghematan impor BBM. “Itu dari impor BBM saja, belum nilai tambah yang diperoleh dari bidang lain,” ujar dia.

