Dukung Perkembangan Mobil Hibrida, Peneliti Sarankan Ini
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah dapat menciptakan insentif yang fokus pada dukungan pengembangan mobil hibrida, seperti pembebasan atau pengurangan PPN dan PPnBM berdasarkan efisiensi energi dan tingkat emisi kendaraan hybrid. Langkah diyakini dapat mendukung perkembangan mobil hibrida du Tanah Air, demikian disampaikan Peneliti mobil listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu.
"Pemerintah Indonesia, dalam mendukung perkembangan mobil hibrida, dapat menciptakan insentif fiskal yang terfokus, seperti pembebasan atau pengurangan PPN dan PPnBM, dengan penyesuaian berdasarkan efisiensi energi dan tingkat emisi kendaraan," ujar Yannes Martinus Pasaribu kepada Investortrust.id , Rabu (29/11/2023).
Baca Juga
Penjualan Diprediksi Tumbuh 30%, Mobil Hybrid Transisi Menuju Era BEV
Lebih lanjut, Yannes menyebut, diferensiasi pajak antara mobil hibrida, BEV, dan LCGC menjadi penting untuk mendorong adopsi teknologi bersih.
Insentif paling utama untuk industri ini menurutnya perlu difokuskan pada impor komponen yang berkaitan dengan suku cadang yang mengarah pada teknologi EV, yang dipasangkan pada mobil tersebut, termasuk insentif atas langkah pengurangan polutan. “Tentunya dengan scruteneering dari lembaga pemerintah yang berwenang untuk itu,” ujarnya.
Berikutnya tentu tak kalah penting insentif bagi pengembangan infrastruktur pengisian baterai.
"Pemerintah juga dapat mempertimbangkan pengurangan subsidi BBM secara bertahap dan penambahan pajak lingkungan terhadap potensi polutan dari BBM yang dipasarkan," terangnya.
Baca Juga
Butuh Insentif Tambahan Agar Mobil Hybrid Bisa Dijual Lebih Murah
Insentif lainnya yang perlu disiapkan oleh pemerintah, bisa berupa subsidi penelitian dan pengembangan, keringanan pajak untuk perusahaan yang berinvestasi dalam pengembangan teknologi mobil hibrida, dan akses ke fasilitas riset dan pengembangan di dalam negeri.
Dengan demikian, insentif untuk produksi lokal ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan industri otomotif hibrida dan berikutnya menjadi transisi menuju ke arah pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional. (CR-2)

