Ini 10 Wisata Alam Penyumbang PNBP Terbesar Sepanjang 2023
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam menghasilkan penerimaan negara bukan Pajak (PNBP). Sepanjang 2023, PNBP dari pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam mencapai Rp 156,92 miliar. Angka ini sudah mendekati masa sebelum Covid-19 yang mencapai Rp 171,18 miliar.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar membeberkan 10 taman wisata (TN) unggulan yang menyumbang PNBP terbesar sepanjang 2023.
“10 besar perolehan PNBP, yaitu TN Komodo, TN Bromo Tengger Semeru, TN Gunung Rinjani, TN Tanjung Puting, TN Alas Purwo, TN Bali Barat, TN Baluran, TN Gunung Leuser, TN Gunung Ciremai, TN Gunung Merbabu,” kata Siti saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Rabu (12/6/2024).
Baca Juga
Siapkan SDM Pariwisata Kelas Dunia, Ini Langkah Kemenparekraf
Dalam paparannya, TN Komodo menghasilkan PNBP senilai Rp 41,04 miliar selama 2023. Urutan setelahnya yaitu TN Bromo Tengger Semeru menghasilkan PNBP senilai Rp 14,7 miliar, TN Gunung Rinjani menghasilkan PNBP senilai Rp 14,68 miliar, TN Tanjung Puting menghasilkan PNBP senilai Rp 9,89 miliar, TN Alas Purwo menghasilkan PNBP senilai Rp 5,34 miliar, TN Bali Barat menghasilkan PNBP senilai Rp 5,14 miliar, TN Baluran menghasilkan PNBP senilai Rp 3,53 miliar, TN Gunung Leuser menghasilkan PNBP senilai Rp 3,36 miliar, TN Gunung Ciremai menghasilkan PNBP senilai Rp 2,85 miliar, dan TN Gunung Merbabu menghasilkan PNBP senilai Rp 2,55 miliar.
Paparan setelahnya menunjukkan Pulau Pandar menjadi destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara di TN Komodo. Perolehan PNBP di TN Komodo, diproyeksikan akan menyentuh angka tertinggi saat musim liburan, pada Juli-Oktober.
Sementara itu, terdapat 10 balai besar (BB) atau balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) yang memperoleh PNBP terbesar yaitu Jawa Barat dengan Rp 15,33 miliar, BKSDA Jawa Tengah dengan peroleh Rp 4,83 miliar, BKSDA Jawa Timur dengan peroleh Rp 2,91 miliar, BBKSDA Sulawesi Selatan dengan perolehan Rp 0,79 miliar, BKSDA DKI Jakarta dengan perolehan Rp 0,73 miliar, BKSDA Kalimantan Selatan dengan perolehan Rp 0,37 miliar, BKSDA NTB dengan perolehan Rp 0,35 miliar, dan BBKSDA NTT dengan perolehan Rp 0,26 miliar.
Baca Juga
Siti mengatakan terjadi kenaikan data wisatawan di kawasan konservasi. Wisatawan itu mengalami kenaikan sebesar 34% dari kunjungan wisatawan pada 2023.
“Pada April 2024 saja sudah mencapai 727.489 kunjungan,” ujar dia.

