Targetkan Net Zero Emission 2036, Triputra Agro (TAPG) Gulirkan Program Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) berupaya untuk membantu pemerintah dalam menekan emisi karbon. Bahkan, perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan ini menargetkan net zero emission di berbagai lini bisnisnya pada 2036.
Lantas apa saja upaya yang dilakukan Triputra Agro (TAPG) untuk mewujudkan target sebagai perusahaan perkebunan sawit yang paling ramah lingkungan ke depan?
Baca Juga
Triputra Agro (TAPG) Bagikan Dividen Setara dengan 108% Laba, Ini Penjelasan Manajemen
Corporate Secretary Triputra Agro Joni Tjeng mengatakan, salah satu program unggulan perseroan adalah Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Program yang sudah berjalan sejak 2017 ini berupa insentif Rp 50 juta per tahun kepada desa yang bisa menjaga wilayahnya dari kebakaran.
"Nah, insentif itu dipakai di komunitas masyarakat untuk pengembangan usaha. Hampir 50 binaan desa suda dikucurkan dana per desa Rp 50 juta," ucapnya kepada investortrust.id saat menghadiri acara penghargaan Transparansi dan Penurunan Emisi Korporasi Tertinggi, Rabu (29/5/2024).
"Nah, bentuknya mereka bisa usaha, seperti ternak ayam, ikan. Karena kita ingin masyarakat itu bisa mendapatkan benefit, kalau mereka bisa menjaga areanya tidak terbakar," tambah Joni.
Baca Juga
Triputra Agro (TAPG) Tetap Royal Bagi Dividen Meski Laba Turun pada 2023
Selain itu, Triputra Agro membangun pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) dan Kernel Crushing Plan (KCP). Hal ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian solar dan menggantinya dengan Palm Oil Mill Effuluent (POME) atau limbah cair sawit.
"Jadi sumbernya adalah sampah pabrik. Itu gasnya ditangkap jadi biogas, kemudian listrik itu dipakai untuk power generation untuk pabrik POME Kernel. Jadi murni kita pakai dari listrik berbasis biogas, sama sekali enggak pakai solar," terangnya.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Target Saham Triputra Agro (TAPG) Ini Tetap Menarik
Triputra Agro (TAPG) juga mengembangkan pemakaian pupuk kompos sebagai upaya untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia. Serta, membangun Kawasan konservasi Mayong Merapun Conservation sebagai tempat mengelola dan memantau flora dan fauna langka yang dilindungi.
"Kita ingin menjadikan wilayah itu sebagai area konservasi juga kayak semacam edu park, karena ada program flora fauna, juga ada areanya buat orang utan. Jadi kita ingin show juga ke publik bahwa kebun dan orang utan itu bisa hidup side by side gitu," tandas Joni.
Grafik Saham TAPG

