Gandeng 9 SMK, PLN Bidik Konversi Motor Listrik Sebanyak 160 Unit pada Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menargetkan bisa mengkonversi sepeda motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai sebanyak 160 unit di tahun ini. Hal itu diwujudukan melalui program ‘goes to school’ di mana PLN menggandeng sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).
“Target PLN dalam program konversi sepeda motor dengan penggerak motor bakar menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai adalah sebanyak 160 unit untuk tahap awal pada tahun 2024,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (26/5/2024).
Mengenai program ‘goes to school’, lanjut Darmawan, PLN bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di mana, program ini merupakan pelatihan dan praktik konversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai di sektor pendidikan.
“Ke depan, tidak hanya dengan SMK, namun PLN juga akan bekerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk pengembangan dengan Institut Teknologi PLN,” ujar Darmawan.
Baca Juga
Program ini berlangsung selama bulan Mei 2024 diikuti lebih dari 70 guru dan murid dari sembilan SMK di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
Menurut Darmawan, program ini mencakup pelatihan konversi sepeda motor kepada guru dan siswa SMK, melakukan pengurusan uji tipe dan perubahan surat kendaraan yang telah dikonversi, serta memberikan layanan purna konversi dan garansi atas komponen utama.
“Program ini tidak hanya menyasar konversi sepeda motor milik guru, siswa dan orang tua siswa, namun masyarakat umum juga bisa ikut serta dengan mendaftar ke SMK penerima manfaat,” kata Darmawan.
Terkait konversi, Darmawan melanjutkan, sejak Bulan Mei 2024, PLN bekerja sama dengan beberapa bengkel grade A untuk memberikan layanan satu pintu pelaksanaan konversi sepeda motor listrik.
PLN, sambungnya mendukung penuh langkah Pemerintah dalam program konversi motor listrik. Dirinya melihat, hal ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk bisa menikmati kemudahan menggunakan kendaraan listrik.
“PLN akan all out untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik juga semakin meningkat. Oleh karena itu, PLN menjawabnya dengan menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, Electric Vehicle Digital Services (EVDS) dalam aplikasi PLN Mobile hingga pelatihan konversi sepeda motor listrik,” ucap dia.
Baca Juga
Investasi US$ 150 Juta, Pabrik Motor Listrik Yadea Bakal Serap 3.000 Tenaga Kerja
Sementara itu, Staf Ahli Menteri ESDM Sripeni Inten Cahyani mengatakan, Pemerintah terus mendorong transisi energi melalui percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Termasuk di antaranya dengan menggandeng para pemangku kepentingan seperti PLN, perusahaan swasta dan elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam program konversi sepeda motor listrik.
“Pemerintah mengajak peran serta korporasi seperti PLN untuk berkolaborasi menarik minat dan memudahkan individu masyarakat melakukan konversi sepeda motor bahan bakar minyak menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai. Ini sebagai aksi nyata transisi energi dan peduli kualitas udara lebih bersih,” imbuh Inten.

