PLN Ungkap Faktor Kunci Berkembangnya Ekosistem Bisnis Green Hydrogen
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengungkapkan, faktor rantai pasok (supply chain) menjadi kunci untuk perkembangan ekosistem bisnis green hydrogen. VP Hidrogen dan Dekarbonisasi PLN, Ricky Cahya Andrian menyatakan, rantai pasok yang dimaksud adalah sisi produksi, storage (penyimpanan), transport (transportasi), dan utilisasi.
“Kalau bicara ekosistem hidrogen, kita harus melihat dari supply chain-nya. PLN ini sudah produksi kan, kemudian sudah storage, kemudian kita sudah transport. Cuma utilisasinya ini masih terbatas. Salah satu enggak jalan aja, enggak bisa (berkembang),” kata Ricky di Aryaduta Hotel, Menteng, Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga
Seperti yang diketahui, manajemen rantai pasok adalah elemen terpenting untuk mencapai keberhasilan bisnis dalam pertumbuhan ekonomi bisnis. Dengan mengoptimalkan setiap tahap dalam rantai pasok, perseroan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, serta memberikan pelayanan yang lebih baik.
Ricky pun menerangkan, mengapa utilisasi bisnis hidrogen ini masih terbatas. “Kenapa terbatas? Karena vehicle-nya belum ada. Misalkan passenger car, public transport. Makanya PLN sekarang strateginya itu menggunakan hidrogen untuk power gain. Power gain kita itu me-replace PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) dengan hidrogen,” tandas dia.
Baca Juga
Bangun SPBH, Pertamina Percepat Ekosistem Kendaraan Hidrogen di Indonesia
Berdasarkan data PLN per Januari 2024, total ekses produksi green hydrogen dengan 22 H2 Plant (PLTU/PLTP) yang sudah beroperasi adalah sebesar 128 ton volt ampere (VA) per tahun. Di mana, kata Ricky, pada tanggal 18 Januari 2024 sudah beroperasi H2 Plant ke-22 yakni PLTP Kamojang yang berlokasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan produksi per tahunnya sekitar empat ton VA.

