BMKG Perkirakan Musim Kemarau Indonesia hingga Agustus
JAKARTA, investortrust.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2024 akan dimulai pada Mei hingga Agustus 2024. Diperkirakan, puncak musim kemarau sebagian besar pada Juli – Agustus 2024.
“Berdasarkan analisis pada bulan April Dasarian II, sebanyak 8% atau 53 zona musim (ZOM) wilayah Indonesia yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, dan Riau bagian utara. Selain itu, sekitar Pangandaran Jawa Barat, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian Maluku Utara,” kata Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani saat dihubungi oleh investortrust.id, Senin (13/5/2024).
Baca Juga
BMKG Sebut Indonesia Tidak Terdampak Fenomena Gelombang Panas di ASEAN
Adanya fenomena cuaca ekstrem ini, menurut Ida, dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Ini seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara yang memiliki pengaruh terhadap kondisi suhu ekstrem di suatu wilayah, seperti yang terjadi saat ini di beberapa daerah di Indonesia.
Dia mengungkapkan, beberapa wilayah di Indonesia seperti di sebagian Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sudah masuk musim kemarau. Sedangkan wilayah lainnya masih di masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, dengan kondisi cuaca identik pada pagi-siang hari panas terik, kemudian turun hujan di sore hari.
“Wilayah Indonesia bagian selatan ini terutama di Jawa, termasuk Jabodetabek, hingga Nusa Tenggara (yang terdampak cuaca panas). Berdasarkan pengamatan suhu udara maksimum yang terukur dari BMKG, dalam sepekan terakhir, suhu udara maksimum berkisar 33-36 derajat Celcius,” ujar Ida.
Baca Juga
Bapanas: Cold Storage Penting untuk Jaga Harga Komoditas Pangan
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah menghadapi kondisi cuaca panas yang sedang terjadi saat ini. Berikut imbauannya :
- Gunakan air dengan bijaksana dan hemat akibat rendahnya curah hujan yang mengisi sumber-sumber air.
- Hindari membuka lahan dengan membakar, terutama pada daerah hutan yang bertanah gambut akibat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
- Senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh, memakai perlindungan dari sinar matahari, dan menghindari aktivitas luar ruangan pada jam-jam terpanas. Ini terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.
- Siapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan krisis air selama musim kemarau, termasuk penyediaan cadangan air minum dan peralatan penyaringan air.

