Rekosistem, Solusi Pengelolaan Sampah Bagi Perusahaan dan Masyarakat
JAKARTA, Investortrust.id - Rekosistem, startup climate-tech Indonesia mencatat sejumlah perkembangan signifikan sepanjang tahun 2023. Rekosistem berhasil mengelola total 35 ribu ton sampah pada tahun 2023 atau meningkat sebanyak 84,2% (year-on-year/yoy) bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam mengukur dampak lingkungan dari operasional suatu perusahaan, Rekosistem menggunakan metrik yang biasanya disebut triple bottom line, yaitu Planet, People dan Profit (3P). Tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Kami telah berkembang pesat sehingga pencapaian ini menandai kesadaran yang semakin meningkat di masyarakat Indonesia terhadap masalah sampah yang awalnya belum mendapat perhatian serius. Kami berharap melalui kampanye #PilahKemasSetor, kita semua dapat membentuk gaya hidup yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab terhadap sisa kemasan produk pasca konsumsi,” ucap COO dan Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino dalam keterangan resmi, Kamis (7/3/2024).
Rekosistem berfokus sebagai solusi pengelolaan sampah di kawasan pemukiman, baik pedesaan maupun perkotaan, serta kolaborasi dengan pemerintah atau perusahaan swasta di area pulau Jawa. Sebagai tanggapan terhadap permintaan yang terus berkembang, pada tahun 2024 Rekosistem berencana untuk memperluas layanan dan meningkatkan daerah cakupan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan dampak lingkungan.
Baca Juga
Punya Kapasitas Pengolahan Sampah 60 Juta Ton, Rekosistem Gelontorkan Investasi Segini
Harapannya agar lebih banyak individu, bisnis, pemerintah dan organisasi sadar akan pentingnya perencanaan dan penerapan tata kelola manajemen sampah di seluruh lini yang lebih ideal melalui pendekatan ekonomi sirkular dan waste-to-energy.
Selain itu, Rekosistem akan terus meningkatkan teknologi pengelolaan sampah dengan menggunakan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yaitu penerapan Internet of Things (IoT) dan Machine Learning (ML) untuk menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi pengumpulan sampah. Tujuannya untuk dapat bisa membangun kapasitasi pengelolaan sampah hingga 20.000 Ton per bulan di 2025.
“Kesadaran masing-masing individu bersama dengan pelaku bisnis dan pemerintah tentunya dapat mendorong pertumbuhan sektor ESG yang lebih eksponensial demi menciptakan cita-cita bersama yaitu demi masa depan yang hijau, masa depan yang hijau, bebas polusi, dan sehat,” tutur CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman.
Rekosistem telah melayani lebih dari 150 perusahaan dan telah memiliki jumlah karyawan tetap, mitra pekerja, maupun mitra bisnis mencapai 638 orang. (CR-3)

