Punya Kapasitas Pengolahan Sampah 60 Juta Ton, Rekosistem Gelontorkan Investasi Segini
JAKARTA, investortrust.id – Sejak berdiri tahun 2018 hingga kini, startup waste management, Rekosistem tercatat sudah memiliki 40 waste station yang tersebar di Pulau Jawa.
CEO Rekosistem, Ernest Layman menyebutkan, nilai investasi untuk mendirikan pabrik pengolahan sampah Rekosistem atau Tempat Pemulihan Material (TPM) mencapai Rp 350 – Rp 500 juta untuk satu wilayah. Saat ini Rekosistem memiliki TPM di Jakarta, Tangerang, Bekasi (Jatabek), Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Perlu diketahui, TPM di Semarang dan Surabaya memiliki kapasitas pengolahan masing-masing sebanyak 60 ribu ton per tahun dan 50 ribu ton per tahun.
Baca Juga
Startup Ini Berhasil Mengelola Sampah 35,6 Juta Kg di Tahun 2023
''Dengan 40 waste station di kota-kota tersebut, ada sekitar 53.600 setoran sampah di 2023. Kalau di Surabaya pengolahannya sekitar 50 ribu ton per tahun, Semarang itu 60-65 ribu ton per tahun,'' ungkapnya di Row 9, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2024).
Dia menyampaikan investasi pengembangan instalasi TPM sebesar Rp 350 – Rp 500 juta, sudah termasuk di bagian operasional pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Rekosistem bersama dengan uang sewa gedung.
''Tempat pemulihan material itu variatif ya, karena kita sistemnya sewa gedung. Kalau yang di Semarang itu sekitar Rp 200 juta/tahun. Kalau biaya perbaikan-perbaikan sekitar Rp150 juta,'' ujar Ernest.
Baca Juga
Rekosistem sebagai perusahaan yang sudah terdigitalisasi memudahkan masyarakat untuk memilah sampah sebelum membuangnya ke TPM ataupun waste station.
''Kita melakukan beberapa digitalisasi disana, kita implementasi operating system untuk mengukur performans para pekerjanya memilah sampah dan mengelola sampah berapa banyak. Terus kita punya timbangan based on IOT (Internet of Things), record scale gitu, disitu untuk ngukur hasil performans sampah yang berhasil dipilah, jenisnya apa, terus beratnya berapa, siapa yang memilahnya,'' pungkas Ernest. (CR-3)

