Sampah Plastik di Indonesia Hampir 13 Juta Ton, KLHK: Ini Permasalahan Serius!
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan berdasarkan data yang mereka himpun dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), ada sekitar 12,87 juta ton sampah plastik. Sampah yang hampir mencapai 13 juta ton ini merupakan permasalahan serius yang harus segera ditangani.
Direktur Pengurangan Sampah KLHK RI Vinda Damayanti Ansjar menyebut, jumlah sampah plastik yang hampir 13 juta ton itu hanya ditimbun, tanpa dimanfaatkan dengan baik. “Padahal, banyak sekali manfaat dari sampah tersebut. Makanya, pada tahun 2024, kita mengambil tema ‘Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif’, karena sampah plastik saat ini sudah menjadi permasalahan serius,” ujar Vinda dalam acara Media Gathering Hari Peringatan Sampah Nasional 2024, Senin (04/03/2024).
Baca Juga
Lintasbatas Negara
Vinda menjelaskan, persoalan terkait sampah plastik bukan hanya terjadi di Indonesia. Tapi, hampir seluruh negara di dunia sudah mengalami masalah sampah plastik.
"Pasalnya, sampah plastik ini bisa lintasbatas negara, lewat sungai, laut, dan sebagainya. Makanya, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sedang membuat atau menyusun kebijakan terkait sampah plastik. Karena itu, pada tahun ini, kita harus fokus bagaimana mengelola sampah plastik dengan cara produktif,” sebut Vinda.
Hari Peduli Sampah Nasional, lanjut dia, diperingati setiap 21 Februari. Vinda menerangkan, latar belakang dibuatnya HPSN ini karena peristiwa mengenaskan yang terjadi di tahun 2005.
“Latar belakangnya adalah kalau kita mengingat tahun 2005, di salah satu TPA di Jawa Barat, TPA Leuwigajah, terjadi longsor. Hal itu dikarenakan TPA-nya kelebihan kapasitas, sehingga longsor dan menyebabkan 100 orang lebih meninggal dunia karena tertimbun sampah,” beber dia.
Baca Juga
Ia menegaskan, tragedi nahas itu bisa terjadi karena tidak ada pengelolaan sampah yang baik dari sumbernya. KLHK tidak ingin hal serupa terjadi lagi.

