Bank NTT Lakukan Transformasi Digital Layanan Kesehatan Rumah Sakit di NTT
JAKARTA, investortrust.id - Bank NTT melakukan transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan transformasi digital ini terdapat standarisasi data kesehatan dan pertukaran data secara realtime. Dengan demikian, pihak terkait atau yang membutuhkan dapat mengetahui kondisi kesehatan di daerah dan nasional secara realtime.
Program transformasi digital kesehatan ini sejalan dengan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022. Dalam aturan itu, seluruh fasilitas kesehatan wajib menerapkan electronic medical record pada pelayanannya. Selain itu, fasilitas kesehatan juga harus memberikan pelayanan yang baik secara medis maupun sistem pendukung pelayanan dan pemasaran. Perkembangan teknologi yang begitu cepat baik dalam bidang kedokteran maupun bidang teknologi informasi sehingga menuntut untuk terlaksananya sistem pelayanan yang cepat dan akurat.
Baca Juga
Kemenkes Sebut Pandemi Covid-19 Momen Belajar untuk Hadapi Virus X
Untuk Itu Bank NTT menyosialisasikan implementasi program transformasi digital ekosistem kesehatan di Labuan Bajo, Selasa (5/3/2024). Acara ini dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, dan Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefen Messakh. Selain itu, acara ini juga dihadiri direktur seluruh rumah sakit [emerintah dan swasta di NTT, perwakilan digital transformation office (DTO) Kemenetrian Kesehatan (Kemenkes), para pemimpin cabang Bank NTT serta PT Jasa Medika Transmedik selaku penyedia jasa pengembangan sistem informasi manajemen kesehatan khususnya untuk rumah sakit.
Direktur Kredit Bank NTT, Stefen Messakh berharap melalui transformasi digital, proses pelayanan di rumah sakit akan menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Demikian juga dengan tata kelola keuangan.
“Itu yang menjadi target dan harapan kami. Dari transformasi digital yang dilakukan, Bank NTT bersama mitra terkait bisa mitigas irisiko yang ada. Di samping itu secara administrasi dokumentasi riwayat medik pasien akan desentralisasi secara digital,” kata Stefen Messakh dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/3/2024).
Sebagai bank milik pemerintah daerah, Setefen Messakh mengatakan, Bank NTT ingin memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, salah satunya membangun ekosistem tata kelola rumah sakit yang lebih baik.
“Bank NTT siap men-support kebutuhan rumah sakit dari pembiayaan hingga pengelolaan dana,” katanya.
Hal ini juga menjadi salah satu upaya Bank NTT agar seluruh fasilitas kesehatan di NTT terintegrasi dengan platform Satu Sehat sesuai target Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bank NTT menargetkan program transformasi digital bisa diterapkan mulai Mei 2024, dan akan diuji coba di sejumlah rumah sakit. Berdasarkan data, ada 52 rumah sakit pemerintah dan swasta yang sudah mendaftar untuk menerapkan program tersebut.
“Kalau semua prosesnya selesai lebih cepat, bulan Mei 2024 ini programnya sudah bisa berjalan,” jelasnya.
Baca Juga
Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar), Yulianus Weng, mengapresiasi langkah yang dilakukan Bank NTT dalam penerapan digitalisasi layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Bank NTT tidak hanya urus nasabah, tetapi ikut berpartisipasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu di provinsi ini. Hal ini patut diapresiasi,” ujar Yulianus Weng.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan PT Jasa Medika Transmedic Grup sebagai grup perusahaan dengan bisnis utama pengembang sistem informasi kesehatan khususnya untuk rumah sakit.

