Hari Hutan Internasional, Pupuk Kaltim Tanam 612.180 Pohon
JAKARTA, investortrust.id - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Community Forest melakukan penanaman pohon sebanyak 612.180 pohon. Program ini untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission pemerintah di 2060.
Diketahui, tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Hutan Internasional yang digagas untuk merayakan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan. Karena itulah, Pupuk Kalimantan Timur berupaya untuk pelestarian alam dan lingkungan.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, mengatakan sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal program ini dimulai, Community Forest diharapkan mampu mengurangi emisi karbon hingga 32,5%.
Lebih lanjut, Soesilo menyebut hingga 2030 mendatang, program ini ditargetkan bisa menanam 10 juta pohon. Selain penanaman pohon, program Community Forest Pupuk Kaltim ini juga menitikberatkan pada upaya kolaborasi dengan banyak pihak.
Baca Juga
Tugu Insurance Bayarkan Klaim US$19 Juta untuk Kasus Ledakan Pabrik Pupuk Kaltim
“Karena seperti yang kita tahu, upaya melawan deforestasi tidak bisa kita lawan sendirian, tapi sudah sepatutnya dilakukan bahu-membahu bersama banyak pihak,” ujar Budi melalui keterangan resmi yang diterima investortrust.id Kamis, (21/3/2024).
Penanaman pohon tersebut diketahui tersebar di lima provinsi di Indonesia yakni Kalimantan Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat.
Selain itu, total wilayah penanaman mencapai 288 hektare dengan berbagai jenis tanaman seperti mangga, nangka, durian, alpukat, sirsak, mangrove dan beberapa tanaman buah langka seperti matoa, bisbul, menteng dan gandaria.
“Karena apa yang kita tanam saat ini tentu tidak semata untuk kita nikmati di masa sekarang,” ucap Soesilo
Menurut Soesilo, hal terpenting adalah bagaimana inovasi yang dilakukan saat ini bisa berkontribusi untuk hutan yang lebih baik di masa depan untuk dinikmati generasi penerus.
Sementara itu, di program penanaman kolaborasi dengan Taman Nasional Kutai, juga akan ditanam sebanyak 700.700 tanaman langka endemik. (CR-5)

