Tanam 850 Ribu Pohon, Startup Ini Dorong Korporasi Dukung Pelestarian Hutan
JAKARTA, investortrust.id - Startup crowd planting untuk konservasi hutan, LindungiHutan mengajak seluruh masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan untuk terlibat dalam aksi penghijauan bagi perubahan positif di lingkungan.
CEO LindungiHutan, Muftachur Robani mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pendekatan baru dalam melestarikan hutan di Indonesia, sesuai perkembangan zaman.
“Tujuan LindungiHutan berdiri untuk melestarikan hutan di Indonesia. Setiap tahunnya kami memiliki pendekatan dan cara pandang baru yang berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan kami akan melangkah sejalan dengan tujuan kami,” ungkap Miftachur Robani atau Ben dalam keterangan tertulis, Senin (04/03/2024).
Dalam mencapai tujuan, LindungiHutan melakukan inisiasi dalam berbagai program konservasi hutan, yang juga tentunya melibatkan masyarakat, organisasi /komunitas, brand, perusahaan, dan pemerintah.
Baca Juga
Hutan Pertamina Tanam 6 Juta Pohon untuk Pelestarian Lingkungan
Hingga saat ini, LindungiHutan telah menanam lebih dari 805 ribu pohon di 50 lokasi penghijauan, serta telah dipercaya 517 brand dan perusahaan untuk melakukan aksi berkelanjutan seperti Somethinc, Tokopedia, BFI Finance, PT Bussan Auto Finance, dan lainnya.
“Tahun ini, kami menyediakan berbagai program kerja sama seperti #PilihLestari, TreeshBash, Sedekah Pohon, ESG Program, Imbangi, Rawat Bumi, UniversiTree, Jaga Hutan, Hutan Merdeka, Musim Penghijauan, hingga Harapan Hutan. Selain itu juga terdapat program tahunan, yaitu CorporaTree, CollaboraTree, dan Konsultasi Karbon,” lanjut Ben.
Dalam proses kolaborasi, LindungiHutan membantu mitra hijau, mulai dari proses perencanaan hingga proses penanaman, sehingga lebih mudah bagi brand/perusahaan untuk mewujudkan kepedulian terhadap lingkungannya.
Baca Juga
Otorita IKN Gagas Skema Perdagangan Karbon, 65% Lahan untuk Hutan Lindung
Selain itu, LindungiHutan mencantumkan laporan pertanggungjawaban yang dapat diakses oleh publik melalui fitur pantau, yang akan menunjukkan detail informasi terkait pertumbuhan serta perkembangan pohon yang telah ditanam.
Selain itu, LindungiHutan juga berkolaborasi dengan 118 penggerak (petani/komunitas lokal) dalam setiap aktivitas yang dilakukan untuk memastikan dampak berkelanjutan.
Ben mengatakan bahwa Keterlibatan masyarakat tidak hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam upaya konservasi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.
“Masyarakat lokal menjadi bagian dari penyedia bibit tanaman untuk kegiatan penghijauan yang akan dilakukan. Hal ini menjadi lapangan pekerjaan baru sehingga masyarakat dapat mengembangkan usaha pembibitan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian lokal,” pungkasnya. (CR-4)

