Menteri ESDM Sebut Lebih dari 600 Bangunan Komersial Wajib Lakukan Manajemen Energi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan ada lebih dari 600 gedung komersial yang wajib melakukan manajemen energi. Ini adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam transisi energi.
Arifin Tasrif menjelaskan, pemerintah saat ini sedang mengembangkan konsep bangunan ramah lingkungan dan bangunan net zero energy. Tidak hanya itu, pemerintah juga menyusun peta jalan (roadmap) bangunan ramah lingkungan yang menjadi pedoman implementasi di masa depan.
“Untuk pengelolaan energi pada bangunan gedung, yang mengonsumsi energi lebih dari 500 tonne oil equivalent (TOE) maka wajib melakukan manajemen energi,” kata Arifin Tasrif dalam acara Smart Energy Working Group Day, Selasa (30/1/2024).
Dipaparkan oleh Arifin, mengingat diperkirakan ada lebih dari 600 gedung komersial yang wajib melakukan manajemen energi maka ini akan menghemat konsumsi energi hingga 77.000 tonne oil equivalent (TOE).
Baca Juga
Bisnis Kehutanan Regeneratif Bisa Cegah Emisi GRK, Ini Penjelasannya
Selain melakukan manajemen energi pada gedung, pemerintah juga menyiapkan program lainnya dalam roadmap transisi energi yang telah ditetapkan guna menuju net zero emission 2060. Di antaranya adalah fokus pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
“Adapun dalam jangka panjang, Super Grid harus kita kembangkan untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi intermitensi di lima pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara-Bali,” sebut Arifin Tasrif.
Arifin menerangkan, interkonektivitas ini akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan di seluruh negeri untuk menciptakan sistem energi berkelanjutan dan menjamin pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Pertamina Pangkas 729 Ribu Ton Emisi Karbon lewat 85 Program Desa Energi Berdikari
Terkait transportasi, pemerintah memprioritaskan perluasan penggunaan kendaraan listrik, dengan menargetkan lebih dari 500 ribu mobil dan 5 juta sepeda motor pada tahun 2030. Namun, target ini memerlukan pengembangan industri baterai dan infrastruktur pengisian daya.
“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, oleh karena itu saya mengundang dan sangat menyambut baik investor dan badan usaha Finlandia untuk meningkatkan kehadiran mereka di Indonesia dan berpartisipasi aktif dalam proyek energi hijau Indonesia,” ujar dia.

