Bidik Net Zero Emission (NZE) 2045, IKN Prioritaskan Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan
JAKARTA, investortrust.id – Ibu Kota Negara (OIKN) ditargetkan mencapai net zero emission (NZE) tahun 2045, sehingga pengembangan pembangkit listrik ramah lingkungan menjadi yang paling utama.
Demikian penjelasan Direktur Transformasi Hijau Otoritas IKN Agus Gunawan dalam acara Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) yang keempat di Jakarta.
Baca Juga
Belum Ada Investasi Asing Masuk IKN, Ternyata Ini Persoalannya
Agus mengatakan, IKN tengah mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 50 Megawatt (MW). Sebanyak 10 MW diharapkan beroperasi pada Februari 2024 dan sebanyak 40 MW pada Juli 2024. Selain itu, ada rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tanah Laut sebesar 70 MW.
“Power plant prioritasnya adalah hydro dan solar system, dengan target RUPTL sebanyak 1.053 MW akan dibangun di Kalimantan timur dan Kalimantan Utara. Sedangkan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi sebesar 500 kV, Solar rooftop di gedung-gedung kantor dengan luas lahan 38,9 ha, dan rumah hunian dengan luas lahan 61,99 ha, Solar Farm 50 Megawatt, dan PLTB Tanah Laut sebesar 70 Megawatt,” jelas Agus dalam diskusi panel, Jakarta, Jumat (8/12/2023).
Gunawan menambahkan, ada beberapa investor, baik lokal maupun internasional, tertarik untuk berinvestasi dalam penyediaan energi surya di IKN. Beberapa di antaranya berasal dari Hungaria, Jerman, dan Korea Selatan.
Baca Juga
Survei November Indikasikan Konsumen Yakin Ekonomi Tetap Kuat
“Kalau PLN kan penugasan dari presiden untuk penyediaan energi bersih di IKN. Kemudian ada beberapa investor dalam negeri yang tertarik untuk penyediaan energi surya. Tapi ada dua di bawah KADIN. Kemudian beberapa dari investor luar negeri seperti, Hungaria, China, Jerman, dan Korea Selatan menawarkan untuk PLTS,” terang Agus.
Agus menambahkan, PLTS yang dibangun oleh PT PLN akan COD pada Februari 2024, dan sisanya sekitar 40 MW akan COD pada Juli 2024. “Jadi, PT PLN sedang membangun PLTS 10 Megawatt yang nantinya COD di Februari 2024 dan Juli sisanya mencapai 40 Megawatt, hingga nanti totalnya 50 Megawatt di 2024,” tambahnya. (CR-3)

