OIKN Patok Target Net Zero Emission di 2045, Ini Skenarionya
JAKARTA, Investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mematok target mencapai net zero emission pada tahun 2045 mendatang lewat sejumlah key performance indicator, salah satunya mematok 65% area sebagai hutan lindung.
"Secara keseluruhan kita punya key performance indicator, indikator keberhasilan IKN. Salah satunya mewujudkan 65% dari area IKN menjadi kawasan lindung," ungkap Tenaga Ahli Direktorat Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Alicia Tiffany Beandda kepada Investortrust, dalam Nusantara Fair 2024 yang berlangsung di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (27/01/2024). Ditegaskan Alicia, IKN juga mengusung konsep smart forest city.
Sebelum benar-benar beroperasi dan mencapai target net zero emision 2045, IKN telah memiliki berbagai catatan yang harus diperhatikan. Menurut Alicia, saat ini banyak kawasan hutan di IKN yang kondisinya telah terdegradasi, bahkan sebelum IKN dicanangkan.
"Walaupun sekarang IKN terlihat banyak hutannya, tetapi banyak hutan yang telah terdegradasi. Dalam artian secara tata ruang memang hijau, tetapi aktivitas di dalamnya ada lahan sawit, belum lagi tambang legal dan ilegal," jelasnya.
Baca Juga
Ia juga menambahkan, kondisi perhutanan di area IKN didominasi oleh hutan monokultur. Menurut alumnus Magister Urban Management Universitas Teknik Berlin tersebut, hutan monokultur tidak optimal dalam menyerap karbon.
"Di sini program kita mulai dari reforestasi, mengembalikan spesies asli dan endemik, melalui program-program konservasi keanekaragaman hayati, serta moratorium izin tambang dan penanganan terhadap tambang ilegal," sebutnya.
Capai Net Zero Emission 2045
Otorita IKN telah mencanangkan strategi untuk mencapai target net zero emission di tahun 2045. Target ini 15 tahun lebih cepat dibandingkan target nasional di tahun 2060.
"Sebenarnya dalam Nusantara net zero strategy atau strategi Nusantara dalam mencapai emisi nol karbon, tidak hanya terkait pemanfaatan energi saja. Tetapi kita juga fokus di lima aspek," ungkap Alicia.
Baca Juga
OIKN: Investasi IKN Pasca Groundbreaking ke-4 Capai Rp83,4 triliun
Dari kelima aspek tersebut, yang pertama adalah Forestry and Other Land Uses (FOLU). Aspek ini menyangkut kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.
Aspek ini memiliki indikator capaian yakni melindungi sekitar 59.000 hektare (ha) hutan alam dan mangrove, reforestasi terhadap lebih dari 120.000 ha dan program perlindungan/konvervasi terhadap keanekaragaman hayati baik di wilayah IKN muapun sekitar area IKN dengan pendekatan lanskap.
"Kemudian ada energi, tentunya. Energi ini baik dari industri dan pemanfaatan transportasi. Seperti penggunaan electric vehicle (EV),"
IKN berkomitmen untuk tidak menggunakan bahan bakar fosil, dengan target capaian 100% kendaraan listrik di tahun 2045.
Aspek ketiga adalah Industrial Process and Production Use (IPPU). Melalui aspek ini diharapkan tahun 2045 akan menurunkan emisi karbon hingga 0,5 mtCO2 atau sekitar 43%.
"Keempat terkait waste management, pengelolaan sampah. Karena pengelolaan sampah juga sangat berkaitan dengan karbon yang dihasilkan," ujarnya.
Salah satu strategi IKN dalam aspek ini yaitu dapat mendaur ulang 60% sampah menjadi barang dengan nilai ekonomis. Sementara 40% sampah sisa akan diproduksi menjadi energi.
"Kelima Agrikultur, baik pertanian dan juga peternakan. Karena pasti sering dengar kalau kita pakai kompos yang tidak organik, kompos yang tidak sustainable itu sebenarnya menghasilkan jejak karbon yang cukup besar."
Baca Juga
Melalui aspek ini, luas wilayah yang dialokasikan untuk pertanian adalah 10% dari keseluruhan wilayah IKN.
Siapkan Dua Skenario
Menurut Alicia, sejauh ini Otorita IKN telah mempersiapkan dua skenario utama dalam upaya mewujudkan target net zero emission. Pertama adalah skenario induk yang merujuk ke Perpres No.63/2022 pada Lampiran II dan kedua adalah skenario yang dikembangkan dan lebih advanced dari skenario induk.
Alicia mencontohkan, skenario induk menargetkan mewujudkan 65% area IKN sebagai hutan lindung akan dicapai tahun 2045. Namun melalui skenario yang dikembangkan, bukan tidak mungkin target tersebut akan dicapai lebih cepat.
"Jadi ada beberapa skenario yang lebih dikembangkan. Misalkan reforestasi di skenario Rencana Induk sekitar 45% dari total lahan, di skenario yang dikembangkan persentasenya lebih tinggi," terang Alicia.
Dalam waktu dekat, Alicia membeberkan Otorita IKN akan segera membentuk action plan yang berkaitan dengan capaian tersebut.
Namun ketika disinggung perihal nilai investasi yang diperlukan oleh Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN untuk mencapai target tersebut, Alicia mengaku Otorita IKN masih melakukan proses kajian dan akan disampaikan ke publik nantinya. "Lihat nanti ya, akan diputuskan dan diumumkan ke masyarakat," pungkas Alicia.

