Kekeringan Makin Parah, Ini Jurus yang Disiapkan Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah telah menyiapkan sejumlah jurus alias strategi untuk menghadapi kekeringan yang makin parah akibat pemanasan global. Melalui strategi ini, kemarau panjang diharapkan tidak berdampak terlalu buruk terhadap perekonomian, khususnya produksi pangan.
Menurut Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Endra S Atmawidjaja, salah satu jurus pemerintah menghadapi kekeringan adalah menambah 61 bendungan baru. Dari jumlah itu, pembangunan 25 bendungan ditargetkan rampung pada 2023 dan 2024. Alhasil, Indonesia pada 2024 bakal memiliki total 300 bendungan.
Baca Juga
Kekeringan di 24 Kabupaten/Kota, Pemprov Jabar Salurkan 16 Juta Liter Air bagi 302 Ribu KK
“Nah, ini gunanya sangat penting karena kita bisa meningkatkan ketahanan pangan. Biasanya kita hanya menanam dua kali dalam setahun, itu bisa ditingkatkan menjadi tiga kali, bahkan lebih, kalau kita kombinasikan dengan palawija,” ujar Endra Atmawidjaja dalam diskusi virtual yang digelar Kementerian Kominfo di Jakarta, Senin (16/10/2023).
Endra mengungkapkan, menambah penampungan air merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi kekeringan akibat pemanasan global. Penampungan air tersebut bisa berupa bendungan, embung, atau penampungan eksisting yang sudah tersedia di alam, yakni danau dan situ. “Penampungan ini digunakan untuk suplai air di musim kemarau,” tutur dia.
Baca Juga
Dampak Pemanasan Global Sangat Berbahaya bagi Perekonomian, Ini Alasannya
Dia menambahkan, jika ditambah bendungan kecil dan yang terbentuk oleh alam, jumlah bendungan yang dimiliki Indonesia mencapai 3.000-an. Jumlah itu masih kecil dibandingkan dengan negara besar lain, seperti China.
“China punya 98.000 bendungan. Indonesia punya bendungan besar 300. Kalau ditambah bendungan sedang dan embung-embung, kita punya 3.000 atau 4.000. Jadi, tidak sampai 10% dari China. Kita membangun banyak benddungan, tapi sebetulnya masih jauh dari cukup,” tandas Endra. (CR-9)

