OIKN Ungkap Biaya Operasional Kendaraan Listrik Lebih Murah Ketimbang Kendaraan Konvensional
JAKARTA, investortrust.id –Direktur Transformasi Hijau Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Agus Gunawanmenekankan pentingnya pengelolaan energi yang efisien dan ramah lingkungan. Menurutnya, capital expenditure (capex) untuk kendaraan listrik memang lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar fosil, namun biaya operasional (opex) jauh lebih rendah.
“Sebetulnya kalau mahal itu pada capex-nya, jadi lebih kepada biaya diawal, namun opex-nya akan jadi lebih murah. Karena mobil listrik saat dia menggunakan energi dari listrik, kemudian operasionalnya dia tinggal cas, ngga perlu isi BBM, itu menjadi lebih murah,” ungkap Agus di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Jumat (8/12/2023).
Berdasarkan studi Institute for Essential Services Reform (IESR), kendaraan listrik (electric vehicle/EV) memiliki biaya operasional per kilometer 14% lebih rendah dan emisi 7% lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE).
Baca Juga
Investasi Kendaraan Listrik Mengalir, Menko Airlangga: Momentumnya Tepat!
Agus menyoroti pengurangan emisi dan dampak perubahan iklim merupakan faktor penting dalam menekan biaya pemeliharaan lingkungan. “Dengan adopsi kendaraan listrik, kita dapat menekan biaya pemeliharaan lingkungan sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim yang bisa jadi lebih mahal jika tidak ditangani,” tandasnya.
Dalam memastikan harga energi di Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap terjangkau, OIKN berencana mengimplementasikan kebijakan pengelolaan energi yang berfokus pada energi terbarukan, baik untuk kendaraan maupun rumah tangga. “Kami akan membuat beberapa kebijakan untuk pengelolaan energi di Nusantara, utamanya energi untuk kendaraan, kemudian untuk rumah tangga juga,” tambah Agus. (CR-3)
Baca Juga
Ekosistem Kendaraan Listrik Baru Mulai Bisa Terbentuk di Tahun 2030-2035

