Porsi Green Investment di Indonesia Masih Kecil, Ternyata Ini Kendalanya
JAKARTA, investortrust.id – Porsi green investment di Indonesia saat masih rendah karena terbentur sejumlah kendala. Hal ini menjadi tantangan di tengah gencarnya upaya medorong praktik ekonomi hijau untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060.
Tantangan itu terungkap dalam BNI Investor Daily Summit 2023 yang digelar di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu (25/10/2023), Chief of Corporate Development PT Astra International Tbk, Iswan Kosasih, mengatakan green investment di 2021 masih di sekitar USD 1,4 miliar.
Nominal tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan total investasi di sektor energi secara keseluruhan yang hampir mencapai USD 30 miliar. Menurut Iswan, sejumlah kendala menjadi pemicu sulitnya green investment berkembang di Indonesia.
Baca Juga
Dukung Ekonomi Hijau, OJK Ingatkan Korporasi Terbitkan Laporan Keberlanjutan
"Pertama ketergantungan terhadap fossil fuel. Jadi memang gak bisa dimungkiri fossil fuel ini masih menjadi bagian penting dari pengadaan listrik di Indonesia," kata Iswan Kosasih.
"Kemudian, yang kedua, kita juga mesti memperhatikan perlunya ada keseimbangan antara effort kita menuju decarbonisation dengan pertumbuhan ekonomi yg tetap harus dicapai," sambungnya.
Selain itu, Iswan juga menyoroti soal tenaga kerja. Sebab, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor fossil fuel. Jika tiba-tiba beralih ke sektor energi baru dan terbarukan, tentunya banyak masyarakat yang bekerja di sektor fossil fuel menjadi korban.
Baca Juga
Erick Sebut Bursa Karbon Jamin Industrialisasi dan Ekonomi Hijau Beriringan
"Diperkirakan ada sekitar 250 ribu tenaga kerja yang mungkin terdampak. Jadi perlu diperhatikan bagaimana cara untuk re-skilling maupun up-skilling sehingga tenaga kerja ini secara net investasi menuju green economy akan menciptakan lapangan kerja baru dan bukan mengurangi tenaga kerja yang ada," jelasnya.
Tantangan lain yang juga cukup berpengaruh adalah soal ekosistem dan infrastruktur untuk mendukung green energy di Indonesia. Termasuk dari sisi dukungan finansial.
Maka dari itu, Iswan berharap pemerintah bisa membuat regulasi untuk mengatasi kendala-kendala tersebut supaya green investment di Indonesia bisa meningkat. (CR-8)
Baca Juga
Dukung Ekonomi Hijau, OJK Ingatkan Korporasi Terbitkan Laporan Keberlanjutan

