Diapresiasi ESDM, J Resources Perkuat Regenerasi Petani Kakao di di Bolaang Mongondow
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), anak perusahaan dari PT J Resources Pasifik Tbk (PSAB) perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), meraih Apresiasi Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan tersebut diberikan atas program regenerasi petani kakao yang melibatkan siswa sekolah menengah kejuruan dalam pelatihan budidaya dan pembibitan kakao.
Hingga kini, perusahaan telah membina 290 petani dengan total luas lahan pertanian sekitar 100 hektare yang merupakan milik petani binaan.
Apresiasi yang diraih untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir itu diberikan pada kategori Peningkatan Pendapatan Masyarakat (PPM) melalui Regenerasi Petani Kakao, bidang Tingkat Pendapatan Riil atau Pekerjaan. Penilaian dilakukan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, terhadap pelaksanaan program JRBM selama periode 2024–2025.
Baca Juga
Harga Emas Naik Tajam, Saham J Resources (PSAB) Ikut Momentum atau Waspada?
Program tersebut melibatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Mereka mendapatkan pelatihan budidaya kakao, mulai dari pembibitan hingga penerapan praktik pertanian berkelanjutan.
Superintendent CSR PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), Riska Ariyanti mengatakan pelatihan pembibitan kakao di sekolah merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan.
"Pelatihan pembibitan kakao di sekolah merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yaitu pembentukan kelompok dan pembuatan pupuk organik sebagai bagian dari penerapan pertanian berkelanjutan," ujar Riska, yang telah mendampingi masyarakat selama hampir tiga tahun terakhir dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Sementara Kepala SMKN 1 Lolayan Abdul Rifai Manggo mengapresiasi kesempatan yang diberikan JRBM kepada siswa untuk mendapatkan keterampilan di sektor pertanian, khususnya komoditas kakao. Keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan siswa setelah menyelesaikan pendidikan. Selain membuka peluang untuk membangun usaha sendiri, kemampuan budidaya kakao juga dapat membantu usaha pertanian yang dikelola keluarga.
"Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh tidak hanya bermanfaat selama berada di sekolah, tetapi juga menjadi bekal setelah lulus, baik untuk mengembangkan usaha sendiri maupun membantu usaha pertanian keluarga," ujar Abdul Rifai.
Alumni Mulai Hasilkan Pendapatan
Program regenerasi petani kakao itu dikembangkan JRBM setelah perusahaan melihat masih rendahnya minat generasi muda untuk menekuni pertanian kakao. Kondisi tersebut mendorong perusahaan melibatkan lembaga pendidikan vokasi agar keterampilan pertanian dapat diperkenalkan sejak bangku sekolah.
General Manager External Relations and Security JRBM Andreas Saragih mengatakan program tersebut mulai memperlihatkan hasil melalui keterampilan yang diperoleh para alumni. Sejumlah lulusan telah mampu melakukan pembibitan kakao dan mendapatkan pendapatan dari kegiatan tersebut.
"Namun, setelah program ini diperkenalkan, para alumni sudah mampu melakukan pembibitan dan memperoleh pendapatan dari keterampilan tersebut, selain tentunya membantu orang tua mereka yang juga berprofesi sebagai petani," kata Andreas.
Baca Juga
Laba J Resources (PSAB) Melesat 534,14%, Penjualan dan Divestasi Anak Usaha Jadi Penopang
Program pengembangan pertanian kakao JRBM sendiri telah berjalan sejak 2019. Hingga kini, perusahaan telah membina 290 petani dengan total luas lahan pertanian sekitar 100 hektare yang merupakan milik petani binaan.
Presiden Direktur JRBM Anang Rizkani Noor mengatakan perusahaan selanjutnya akan mendorong kemandirian petani binaan agar mereka dapat mengembangkan kegiatan pertanian secara berkelanjutan. "Tahapan penting selanjutnya dari program ini adalah memastikan kemandirian petani binaan agar usaha pertanian kakao mereka dapat terus berkembang," ujar Anang.
