Pupuk Indonesia Soroti Hilirisasi sebagai Kunci Regenerasi Petani
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong penguatan regenerasi petani melalui hilirisasi komoditas pertanian lokal untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi generasi muda.
Sekretaris Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira mengatakan, keterlibatan generasi muda diperlukan untuk memperkuat ekosistem pertanian dan ketahanan pangan nasional. Menurut dia, sektor pertanian akan lebih menarik bagi anak muda jika menawarkan prospek ekonomi yang menjanjikan.
“Ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan dan keterjangkauan pupuk, tetapi juga penciptaan ekosistem pertanian yang kuat dan inovatif untuk keberlanjutan sektor pertanian,” ujar Yehezkiel dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga
Pupuk Indonesia Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Bulutana
Salah satu upaya perusahaan untuk mendorong regenerasi petani dilakukan melalui Svarna Bhumi Award 2026. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada pelaku pertanian yang berkontribusi dalam pengembangan sektor pangan, termasuk wirausaha muda yang mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.
Dua pelaku usaha yang menjadi contoh pengembangan hilirisasi pertanian adalah Ella Rizki melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Lestari di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, serta Asri Saraswati Iskandar melalui usaha Agradaya di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ella mengembangkan usaha pengolahan kelapa menjadi gula semut dan virgin coconut oil (VCO). Berawal dari potensi kelapa di Desa Trenten, Magelang, ia membentuk KWT Nira Lestari pada 2015. Usahanya kemudian berkembang hingga menjangkau pasar internasional.
Melalui kelompok tersebut, Ella melibatkan dan membina lebih dari 500 petani di berbagai daerah. Pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah dinilai membuka peluang ekonomi yang lebih besar dibandingkan penjualan hasil panen dalam bentuk mentah.
Sementara itu, Asri bersama suaminya, Andhika Mahardika, mengembangkan Agradaya untuk memberdayakan petani rempah di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo. Usaha tersebut mendorong petani meningkatkan kualitas hasil panen melalui penguatan proses pascapanen dan pemenuhan standar pasar.
Baca Juga
Agradaya juga menggunakan teknologi solar dryer house atau rumah surya untuk membantu proses pengeringan hasil panen tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca. Saat ini, Agradaya telah bermitra dengan lebih dari 300 petani dan memasarkan produknya ke pasar internasional.
Asri mengatakan, pengembangan hilirisasi perlu disertai transfer pengetahuan agar petani memiliki kemampuan untuk meningkatkan nilai komoditas secara berkelanjutan.
Bagi Pupuk Indonesia, kedua usaha tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi dan penguatan kapasitas petani dapat berjalan beriringan. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas, pendekatan tersebut berpotensi memperluas peluang usaha di pedesaan dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
Yehezkiel berharap semakin banyak anak muda yang mengembangkan potensi lokal, membangun usaha, dan berbagi pengetahuan dengan petani untuk mendukung peningkatan kesejahteraan serta ketahanan pangan nasional.
