PERIPI, IPB University, dan EWINDO Dorong Riset dan Regenerasi Pemulia Tanaman Indonesia
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id — Indonesia menghadapi tantangan besar dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional karena minimnya jumlah pemulia tanaman yang aktif. Dari sekitar 1.000 pemulia yang terdata, hanya 250 orang yang tercatat aktif melahirkan varietas unggul yang dibutuhkan petani. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat kemandirian benih nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam acara yang digelar Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) bekerja sama dengan IPB University dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO), baru-baru ini. Acara ini menjadi momentum konsolidasi para pemulia, akademisi, industri, dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem pemuliaan tanaman nasional.
Rektor IPB University sekaligus Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan ribuan pemulia baru agar mampu mengimbangi kebutuhan pangan masa depan. Ia menyebut pemulia tanaman sebagai “pahlawan pangan” yang bekerja di balik layar tetapi memengaruhi jutaan masyarakat melalui benih yang ditanam petani.
“Indonesia masih kekurangan tenaga pemulia. Kebangkitan pemuliaan tanaman harus menjadi gerakan nasional,” ujar Arif dalam siaran pers, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga
Ia menyebut BRIN siap menjadi pusat inovasi dan melahirkan lebih banyak pemulia melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri benih, dan pemerintah.
Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta dari dalam dan luar negeri tersebut juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk menarik generasi muda ke dunia pemuliaan tanaman. Tantangan regenerasi menjadi perhatian serius, mengingat pemuliaan adalah profesi jangka panjang dan butuh dedikasi tinggi.
Managing Director EWINDO Glenn Pardede menekankan bahwa krisis regenerasi pemulia tanaman dapat mengancam masa depan ketahanan pangan Indonesia. “Kita membutuhkan lebih banyak anak muda yang melihat pemuliaan sebagai panggilan untuk melayani petani. Breeding is giving,” ujarnya.
Ketua PERIPI Muhamad Syukur menambahkan bahwa pemulia tanaman memegang peranan strategis dalam menciptakan varietas unggul yang beradaptasi dengan perubahan iklim, kebutuhan pasar, serta keterbatasan lahan. Karena itu, ia menilai perlu ada ekosistem yang lebih kuat untuk mendukung karier pemulia sejak bangku pendidikan.
Tak hanya soal regenerasi, acara ini juga menampilkan berbagai inisiatif pemulia dari daerah. Salah satu contoh datang dari Yareli, pemulia asal Deli Serdang yang mengembangkan cabai lokal sekaligus memperkuat komunitas tani. Sementara itu, Hervia Latuconsina Budi menonjol berkat kontribusinya dalam pelestarian plasma nutfah hoya, tanaman hias asli Indonesia yang kini mendunia.
Baca Juga
Pemanasan Global Tekan Produktivitas, Indonesia Butuh 10.000 Pemulia Tanaman
Para pemangku kepentingan sepakat bahwa percepatan kemandirian benih nasional tidak bisa dipisahkan dari penguatan profesi pemulia tanaman. “Kemandirian pangan mustahil tanpa pemuliaan tanaman. Dan pemuliaan tanaman mustahil tanpa orang-orang yang berdedikasi,” kata Glenn.
Melalui forum ini, berbagai pihak berharap muncul lebih banyak pemulia muda, peneliti, dan profesional baru yang siap mengembangkan varietas unggul untuk masa depan pangan Indonesia.

