Lapor ke Prabowo, BRIN Ungkap Limbah Sawit RI Bisa Hasilkan Listrik 3,9 GW
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria melaporkan sejumlah perkembangan riset yang dilakukan BRIN kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Salah satu hasil riset yang dilaporkan kepada Prabowo mengenai potensi palm oil mill effluent (POME) atau limbah limbah cair sisa pengolahan tandan buah segar kelapa sawit untuk dikonversi menjadi energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg).
"Terkait potensi energi masa depan. Tadi kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden sejumlah potensi energi yang dapat dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah sawit menjadi biogas," kata Arif dalam keterangannya seusai menghadap Prabowo.
Baca Juga
Triputra Agro (TAPG) Optimalkan Limbah POME Jadi Listrik Mandiri
Arif mengatakan, produksi tandan buah segar (TBS) sawit di Indonesia mencapai sekitar 328,43 juta ton per tahun. Sementara itu, potensi limbah cair dari pengolahan kelapa sawit atau POME di seluruh Indonesia mencapai sekitar 229,9 juta meter kubik per tahun. Dengan jumlah itu, energi listrik yang berpotensi dihasilkan melalui PLTBg mencapai 3,9 gigawatt (GW).
"Jika potensi POME dan tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan dan dikonversi menjadi listrik, kapasitas energi yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 3,9 gigawatt. Ini merupakan potensi yang cukup besar untuk menghasilkan energi alternatif dari limbah," katanya.
Baca Juga
Riset NEXT: Indonesia Raja Sawit, tetapi Singapura yang Panen Untung
Arif menekankan pentingnya memanfaatkan POME sebagai energi alternatif. Selama ini, katanya, POME berpotensi menjadi sumber emisi gas metana yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca. Namun, melalui pemanfaatan teknologi untuk mengolah limbah tersebut menjadi biogas, Indonesia dapat mengubahnya menjadi sumber energi alternatif.
"Menurut saya, pengembangan teknologi ini tidak cukup hanya sampai pada produksi biogas. Hal yang lebih penting adalah bagaimana biogas tersebut dapat dikonversi dan disimpan dalam tabung gas," katanya.
