PTPN IV PalmCo Gandeng FKS Foundation Kembangkan Kedelai Lokal di Banyuwangi
JAKARTA, investortrust.id – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) atau PTPN IV PalmCo berkolaborasi dengan FKS Foundation dan Ustad Ari Handoko untuk mengembangkan budidaya kedelai varietas lokal di Banyuwangi, Jawa Timur. Program ini mencakup pendampingan petani, pengembangan benih, dan rencana penyerapan hasil panen untuk mendukung keberlanjutan usaha tani.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil panen pertama akan diprioritaskan sebagai benih untuk penanaman berikutnya oleh petani yang mendapat pendampingan dari Ustad Ari Handoko dan PTPN IV. Sementara itu, FKS Foundation akan menyerap hasil panen kedua guna membuka peluang pasar dan mendukung keberlanjutan usaha petani.
Baca Juga
PTPN IV PalmCo Raup Laba Bersih Rp3,23 Triliun pada Semester I 2026
Perwakilan PTPN IV PalmCo dari Divisi PMO Upstream mengatakan, pengembangan budidaya kedelai membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar petani dapat meningkatkan keterampilan budidaya dan menjaga kesinambungan produksi.
“Pengembangan budidaya kedelai membutuhkan proses dan kolaborasi yang berkelanjutan. Peningkatan kapasitas petani, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta perencanaan penanaman berikutnya perlu berjalan beriringan. Melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan, kami berharap potensi budidaya kedelai dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Manfaat ekonomi budidaya kedelai dirasakan Saifulloh, salah satu petani di Banyuwangi. Ia mengawali pekerjaannya dengan menggarap lahan milik orang lain sebelum akhirnya menyewa lahan sendiri seluas seperempat hektare.
Baca Juga
40 Menit Transaksi BEI, IHSG Melompat 2,91% Terdorong BBRI, BBCA, TLKM, hingga BREN
Dari lahan tersebut, Saifulloh mampu menghasilkan sekitar 3,5–4 kuintal kedelai setiap panen dengan keuntungan sekitar Rp3,5 juta. Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mengembangkan usaha peternakan kambing dan sapi.
“Alhamdulillah, dari bertani kedelai saya bisa menghidupi keluarga. Hasilnya juga bisa dikembangkan untuk beternak, sampai akhirnya saya mampu membangun rumah untuk anak,” kata Saifulloh.
