Pertamina Geothermal (PGEO) Perkuat Konservasi Biodiversitas dan Agroforestri
Poin Penting
|
TOMOHON, Investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE, perusahaan pengembang panas bumi, memperkuat konservasi keanekaragaman hayati di Area Lahendong, Sulawesi Utara, melalui perlindungan satwa endemik Yaki dan pengembangan agroforestri aren. Upaya tersebut menggabungkan perlindungan ekosistem dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Konservasi di wilayah Lahendong kami lakukan dengan melihat kondisi lingkungan dan potensi yang ada di sekitar wilayah operasi. Kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar upaya perlindungan ekosistem dan satwa dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar General Manager PGE Area Lahendong Yanuaris Dwi Cahyono dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga
100 Tahun Panas Bumi, PGE (PGEO) Bidik Kapasitas 1,8 GW pada 2034
Yaki atau Macaca nigra merupakan monyet endemik Sulawesi yang berstatus critically endangered atau CR dan termasuk satwa dilindungi. Berdasarkan survei dan pengamatan lapangan, PGE Area Lahendong mencatat keberadaan 9 individu Yaki yang kemudian masuk tahap habituasi di Hutan Rurukan sebelum proses pelepasliaran.
Konservasi Yaki tersebut juga dijalankan melalui program Lestari Manimpang dengan pendekatan Mapalus, yaitu semangat gotong royong masyarakat Minahasa dalam menjaga lingkungan. Program tersebut mencatat keberadaan 5 individu Yaki pada area sekitar 6,94 hektare.
Upaya perlindungan tidak hanya diarahkan pada satwa, tetapi juga pada kondisi habitat yang mendukung keberlangsungan ekosistem. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi PGE Area Lahendong.
Kembangkan Agroforestri Aren
Selain perlindungan fauna, PGE Area Lahendong mengembangkan Segaris Pelangi atau Strategi Pengembangan Industri Gula Aren Berbasis Agroforestri dan Pemanfaatan Langsung Panas Bumi. Program tersebut mengembangkan tanaman aren dengan pendekatan agroforestri. Sistem ini menggabungkan tanaman produktif dengan vegetasi alami sehingga pemanfaatan lahan tetap mempertahankan naungan dan kondisi hutan.
Baca Juga
PGE (PGEO) Dorong Panas Bumi untuk Pasok 'Green Data Center' dan AI
Berdasarkan Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL), program Segaris Pelangi mencatat 789 individu tanaman aren pada area seluas 6,7 hektare. Pengembangan aren menempatkan aktivitas ekonomi masyarakat dalam satu pendekatan dengan pengelolaan lingkungan. Tanaman aren dapat menjadi sumber bahan baku produk ekonomi lokal, sementara pola agroforestri membantu mempertahankan vegetasi di area pengembangan.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengembangan panas bumi perlu mempertimbangkan kondisi ekologis dan sosial di setiap wilayah operasi. “Keberlanjutan merupakan bagian dari bagaimana kami menjalankan operasional dan mengembangkan potensi panas bumi dengan tetap memperhatikan perlindungan keanekaragaman hayati serta manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Ahmad Yani.
Pendekatan tersebut membuat program lingkungan di Area Lahendong tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa. PGE juga mengembangkan potensi vegetasi lokal dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi.
