RedDoorz Gandeng ECPAT dan Polri Cegah Eksploitasi Anak di Sektor Perhotelan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - RedDoorz berkerjasama dengan ECPAT dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat perlindungan anak dan keamanan tamu di jaringan propertinya. Kolaborasi ini menyasar langkah pencegahan eksploitasi seksual anak di sektor perhotelan.
Country Director RedDoorz Indonesia, Mohit Gandas mengatakan, perlindungan anak menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan. RedDoorz saat ini mengoperasikan lebih dari 4.000 properti di Asia Tenggara melalui sejumlah merek.
“Safe Stay bukan sekadar menyediakan kamar yang aman, tetapi menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman bagi setiap tamu, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Mohit dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).
Melalui kemitraan tersebut, RedDoorz memperkenalkan program SHIELD (Safeguarding Hospitality through Integrity, Ethics, and Lasting Diligence). Program ini mencakup verifikasi identitas tamu dewasa dan prosedur khusus untuk tamu anak.
SHIELD juga mencakup Safety Support, penggunaan CCTV secara transparan di area umum, serta standar keselamatan fisik dan kebersihan. Seluruh penerapan tersebut akan diperkuat melalui audit properti secara berkala.
Baca Juga
RedDoorz juga resmi bergabung dengan The Code of Conduct for the Protection of Children from Sexual Exploitation in Travel and Tourism (The Code). Keanggotaan ini mencakup pelatihan staf, standar perlindungan dalam rantai pasok, edukasi wisatawan, serta pelaporan perkembangan secara berkala.
Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Andy Ardian menyebut, perlindungan anak di sektor pariwisata merupakan tanggung jawab bersama. “Kami mengapresiasi langkah penting yang diambil RedDoorz melalui kemitraan dengan ECPAT untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan sebagai bagian dari praktik industri perhotelan di Asia Tenggara.”
RedDoorz juga menggandeng ECPAT dan Polri untuk memberikan pelatihan kepada pemilik properti dan staf. Materinya mencakup identifikasi risiko, pencegahan, pelaporan, hingga tindak lanjut insiden.
Founder dan CEO RedDoorz, Amit Saberwal mengatakan, kemitraan tersebut akan diperluas di kawasan Asia Tenggara. “Kami akan mengerahkan sumber daya dan dukungan operasional untuk memperluas dampak ECPAT di Indonesia, sekaligus memperluas kemitraan ini ke Asia Tenggara, dimulai dari Filipina,” ujarnya.
RedDoorz juga menyediakan Help Centre dan layanan 24/7 untuk menerima laporan terkait keamanan. Perusahaan menargetkan tidak adanya insiden dalam 12 bulan dan akan memantau tingkat insiden terhadap total pemesanan secara berkelanjutan.
