PLN Manfaatkan 42 Ton FABA untuk Pemberdayaan Masyarakat Tidore
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN menghadirkan Program Relawan Bakti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program bertema “Energi Berkelanjutan untuk Tidore Berdaya” tersebut mencakup penguatan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.
Sejumlah program dijalankan dengan melibatkan insan BUMN dan masyarakat setempat. Salah satunya pemanfaatan 42 ton fly ash and bottom ash (FABA) dari PLTU Tidore menjadi paving block, serta penanaman pohon kaliandra di lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan PLTU Tidore.
Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah mengapresiasi keterlibatan PLN, BUMN, dan para Relawan Bakti BUMN dalam program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BUMN, khususnya PLN yang telah memilih Tidore sebagai tempat untuk berkontribusi. Kehadiran para relawan membawa energi positif bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi, khususnya generasi muda, untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial serta terus menumbuhkan semangat gotong royong di Tidore,” ujar Husain dikutip Jumat (4/9/2026).
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata mengatakan keterlibatan langsung insan BUMN di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat keberadaan perusahaan negara.
“Melalui Relawan Bakti BUMN, para pegawai BUMN turun langsung, berinteraksi, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Kami berharap pengalaman ini semakin menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong di lingkungan BUMN. Karena peran BUMN tidak hanya tentang bagaimana perusahaan tumbuh dan berkinerja, tetapi juga bagaimana kehadirannya mampu memberi manfaat dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Tedi.
Baca Juga
Sebagai penanggung jawab pelaksanaan program di Tidore, PLN menjalankan sejumlah kegiatan yang mengacu pada empat pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Keempat pilar tersebut mencakup ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman mengatakan pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada penguatan kapasitas, bukan hanya pemberian bantuan.
“Pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana masyarakat dapat memiliki kapasitas dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Program yang kami hadirkan mencakup penguatan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Melalui pendekatan tersebut, PLN ingin memastikan dukungan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Nurlely.
Pada sektor ekonomi, PLN memanfaatkan 42 ton FABA dari PLTU Tidore menjadi paving block. Material tersebut kemudian digunakan untuk mendukung fasilitas masyarakat, termasuk halaman TK Rum Balibunga dan area bengkel mesin kapal.
Penguatan ekonomi juga dilakukan melalui pembinaan bengkel mesin kapal milik koperasi unit desa serta pendampingan pengolahan produk turunan pala. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Tidore.
Kaliandra hingga Pengelolaan Sampah
Pada aspek lingkungan, PLN menanam pohon kaliandra di lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan PLTU Tidore. Kaliandra tersebut dikembangkan sebagai sumber biomassa untuk mendukung ekosistem co-firing PLTU melalui proses pemanenan dan pencacahan.
Baca Juga
PLN Dukung PSEL Bekasi dengan Investasi Rp 3 Triliun, Sampah Diolah Jadi Listrik 27,4 MW
Masyarakat juga dilibatkan dalam pengelolaan lingkungan melalui pembentukan kelompok bank sampah dan edukasi pemilahan sampah. Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat dilakukan melalui penyediaan sarana air bersih berupa sumur bor dan perbaikan saluran distribusi.
Sementara di bidang kesehatan, PLN menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk membantu deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat. Perusahaan juga memberikan makanan tambahan, vitamin, dan makanan bergizi bagi masyarakat di wilayah Ring 1 PLTU Tidore.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara atau UIW MMU Dony Noor Gustiarsyah mengatakan Tidore memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal.
“Tidore memiliki potensi yang kuat, baik dari masyarakat, sumber daya lokal, maupun kekayaan budaya dan lingkungannya. Peran kami adalah membantu membuka ruang agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang terus tumbuh di masyarakat,” ujar Dony.
