Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Libatkan 350 Peserta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan program EduMind Wellbeing & AI Camp di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus mendukung kesejahteraan emosional pelajar.
Kegiatan tersebut melibatkan 350 peserta, yang terdiri atas 300 siswa dan 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK. EduMind Wellbeing & AI Camp merupakan bagian dari program BISA PandAI melalui BISA Vokasi yang berfokus pada penerapan teknologi AI dalam sektor pendidikan. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom di bidang pendidikan.
Baca Juga
Telkom Solution Perkuat Bisnis B2B ICT, Bidik Pasar Asia Pasifik
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan, perkembangan teknologi AI perlu diiringi dengan pemanfaatan yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. "Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, Telkom sebagai perusahaan digital berkomitmen mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. Kami percaya bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan mental para pelajar agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter," ujar Hery.
Menurut dia, Telkom akan terus memperkuat kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat, dan siap menghadapi masa depan.
Kehadiran EduMind Wellbeing & AI Camp menjadi respons Telkom terhadap perkembangan dan pemanfaatan teknologi AI di Indonesia yang semakin pesat, termasuk dalam pendidikan digital.
Kementerian Komunikasi dan Digital RI mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia pada 2026 telah mencapai 92%. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pentingnya penguatan literasi serta pemanfaatan teknologi yang diiringi perhatian terhadap kesejahteraan emosional dan mental pelajar di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan digital.
Platform EduMind
Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, Telkom tidak hanya mendorong kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI, tetapi juga memperkenalkan pendekatan yang menempatkan wellbeing sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital.
Para guru diperkenalkan pada platform EduMind yang dilengkapi sejumlah fitur, seperti weekly mood check-in, AI-assisted wellbeing monitoring, dan reporting system. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu sekolah memantau kondisi psikologis siswa secara berkelanjutan.
Sementara itu, para siswa mendapatkan pembekalan dan ruang eksplorasi untuk memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan produktif dalam mendukung proses pembelajaran.
Baca Juga
TelkomGroup Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Pelaksanaan EduMind Wellbeing & AI Camp juga menjadi bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, Telkom turut memperkuat literasi digital sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mampu merespons perkembangan teknologi secara adaptif dan bertanggung jawab.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan kontribusi Telkom terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar 4 terkait Pendidikan Berkualitas. Pendekatan yang mengintegrasikan teknologi dan wellbeing diharapkan dapat mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih positif sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis.
Melalui inisiatif ini, Telkom menegaskan komitmennya dalam memperkuat kontribusi melalui inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejalan dengan semangat Bersama Telkom Jadi Bisa, Telkom meyakini kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang unggul secara digital, tangguh secara mental, dan adaptif dalam menyongsong masa depan. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing global.
