Pertamina Perkuat SDM dan Budaya Keberlanjutan untuk Transisi Energi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero), memperkuat penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengembangan sumber daya manusia dan budaya keberlanjutan. Upaya tersebut mendapat pengakuan setelah Pertamina Sustainability Academy (PSA) meraih Anugerah Utama Sektor Energi pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas langkah Pertamina membangun kapabilitas dan budaya keberlanjutan secara sistematis di seluruh lini perusahaan. Melalui Pertamina Sustainability Academy, Pertamina mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar ESG tidak berhenti sebagai aspek kepatuhan, tetapi masuk ke dalam budaya kerja, pengambilan keputusan, hingga strategi bisnis.
Menteri Lingkungan (LH) Hidup Moh. Jumhur Hidayat mengatakan penerapan ESG telah berkembang menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
Baca Juga
Pertamina Mandalika Racing Series Cetak Talenta Balap Indonesia Menuju Panggung Dunia
"ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Jumhur dikutip Jumat (31/7/2026).
Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Wenny Ipmawan mengatakan penguatan kapabilitas dan budaya keberlanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi perusahaan di tengah perubahan industri energi.
"Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Untuk itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," ujar Wenny.
Menurut Wenny, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas program penguatan kapabilitas yang menjadi fondasi dalam mewujudkan just transition atau transisi yang adil. Konsep tersebut menempatkan kesiapan manusia dan masyarakat sebagai bagian penting dari perubahan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Keberhasilan transisi energi, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi. Kesiapan insan perusahaan untuk memahami dan beradaptasi dengan perubahan juga menjadi faktor penting agar transformasi dapat berjalan secara konsisten.
"Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG. Penguatan kapabilitas dan budaya menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat," tambahnya.
ESG Masuk Budaya Kerja
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan ESG tidak lagi dapat ditempatkan sebatas komitmen perusahaan. Penerapan prinsip keberlanjutan membutuhkan penguatan kompetensi sumber daya manusia yang berjalan beriringan dengan pembangunan budaya organisasi.
"Ketika seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis yang kami jalankan," kata Baron.
Pertamina Sustainability Academy merupakan program internalisasi keberlanjutan yang dirancang untuk seluruh perwira Pertamina, mulai tingkat operasional hingga direksi dan dewan komisaris. Program tersebut mengembangkan kemampuan insan perusahaan melalui jalur pembelajaran yang disusun secara bertahap sesuai kebutuhan dan tingkat tanggung jawab.
Baca Juga
Perkuat Edukasi Energi Terbarukan, PLTS 2,2 kWp Pertamina NRE Dukung 768 Siswa di Bengkalis
Dari sisi pengembangan kapabilitas, PSA menghadirkan sejumlah jenjang pembelajaran, mulai dari Mandatory Sustainability Training, Sustainability Awareness Program, Sustainability Accelerator Program, Sustainability Masterclass, hingga Sustainability Transcendence Forum bagi jajaran direksi dan dewan komisaris.
Di sisi lain, PSA mengembangkan berbagai program budaya untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai keberlanjutan di lingkungan Pertamina Group. Inisiatif tersebut mencakup Jejak Keberlanjutan, podcast keberlanjutan, Sustainability Insight, serta berbagai materi komunikasi dan broadcast rutin.
Berbagai program tersebut menjadi ruang pembelajaran dan diskusi bagi insan Pertamina untuk memahami isu keberlanjutan yang berkembang, baik dari sisi strategi perusahaan maupun dinamika global. Pendekatan ini membuat sustainability tidak hanya ditempatkan sebagai materi pembelajaran, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari pola pikir dan perilaku kerja.
