Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Dukung Ketahanan Energi dan Keberlanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero), perusahaan energi milik negara, memperkuat budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat agenda keberlanjutan. Komitmen tersebut untuk meningkatkan produksi energi yang berjalan seiring pengelolaan risiko iklim dan keselamatan kerja.
Hal itu terungkap dalam HSSE Leadership Forum 2026 bertema Managing Climate Risk in Oil & Gas Business: Strengthening Resilience and Sustainability Across the Value Chain yang digelar di Auditorium PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).
"Perusahaan terus menjalankan mandat pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sembari mempercepat berbagai inisiatif dekarbonisasi di seluruh rantai bisnis," kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza dikutip Sabtu (25/7/2026).
Ia mengungkapkan Pertamina diproyeksikan mengebor lebih dari 1.000 sumur pada tahun depan sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi minyak dan gas bumi. Selain itu, perusahaan juga mencatat penemuan cadangan migas baru di Sumatera Selatan yang diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional.
Baca Juga
Pertamina Bikin UMKM Naik Kelas, Jualan Sampai di Pesawat Pelita Air
Di tengah ekspansi tersebut, Oki menegaskan aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Dengan jumlah pekerja sekitar 130 ribu orang, Pertamina terus memperkuat implementasi HSSE melalui penggunaan alat pelindung diri, penerapan stop work authority atau kewenangan menghentikan pekerjaan yang dinilai tidak aman, peningkatan integritas aset, serta pembinaan kontraktor.
Menurutnya, budaya keselamatan harus menjadi fondasi seluruh aktivitas operasional agar target produksi energi dapat dicapai tanpa mengabaikan perlindungan terhadap pekerja maupun lingkungan.
"Kami ingin memastikan seluruh perwira berangkat bekerja dengan sehat dan pulang ke rumah dengan selamat. Kami akan terus memperkuat budaya keselamatan di seluruh lingkungan Pertamina," kata dia.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan perubahan iklim tidak hanya menghadirkan tantangan bagi dunia usaha, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekonomi karbon. Indonesia memiliki modal besar berupa hutan tropis, ekosistem laut, dan keanekaragaman hayati yang dapat menghasilkan nilai ekonomi jika dikelola secara berkelanjutan.
"Dunia saat ini berlomba-lomba menurunkan emisi gas rumah kaca. Namun, upaya itu tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha melalui berbagai skema, termasuk perdagangan karbon," ujarnya.
Baca Juga
Ia menjelaskan rehabilitasi hutan mangrove tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi melalui perdagangan kredit karbon. Karena itu, pemerintah mendorong perusahaan nasional mengambil peran lebih besar dalam membangun pasar karbon domestik.
"Climate risk sebetulnya adalah bisnis. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan saya berharap perusahaan-perusahaan Indonesia menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan peluang tersebut," katanya.
Selain membahas perubahan iklim, Jumhur menekankan penerapan HSSE harus menjadi budaya perusahaan. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bentuk penghormatan terhadap manusia sehingga harus menjadi bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.
