Pertamina Cetak 17.021 Green Warriors Lewat Sekolah Energi Berdikari
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memperkuat pendidikan lingkungan bagi generasi muda melalui program Sekolah Energi Berdikari Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan GreenBus Pertamina dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Sabtu (26/7/2026). Program tersebut telah menjangkau 17.021 pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di berbagai daerah di Indonesia sebagai Green Warriors, generasi muda yang dibekali pengetahuan dan pengalaman untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Melalui pendekatan STEM yang dipadukan pembelajaran berbasis pengalaman, peserta tidak hanya mempelajari konsep energi bersih dan keberlanjutan, tetapi mempraktikkannya secara langsung. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan ramah lingkungan sejak usia dini sekaligus melahirkan agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui metode pembelajaran yang menyenangkan sekaligus aplikatif.
Baca Juga
Pertamina Andalkan IT Kertapati Jaga Pasokan BBM Sumatra Bagian Selatan
"Anak-anak dan generasi muda adalah aset bangsa sekaligus pemimpin masa depan. Melalui Sekolah Energi Berdikari STEM dan GreenBus Pertamina, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata. Kami berharap para Green Warriors dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga, sekolah, dan komunitasnya untuk bersama-sama menjaga bumi," ujar Baron dikutip Senin (27/7/2026).
Muhammad Baron menegaskan Pertamina terus memperkuat kontribusinya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada sektor pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, aksi terhadap perubahan iklim, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan bangsa bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Sekolah Energi Berdikari STEM dan GreenBus Pertamina, perusahaan berupaya membekali anak-anak Indonesia dengan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan.
Program ini telah menghadirkan 33 Sekolah Energi Berdikari STEM di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh sekolah tersebut memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas terpasang 105,6 kWp sebagai laboratorium pembelajaran energi bersih. Pemanfaatan PLTS tersebut berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga 122,24 ton CO₂e per tahun. Selain itu, program menghasilkan penghematan biaya listrik sekitar Rp 217,6 juta per tahun serta mendukung penanaman 530 pohon untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Melalui GreenBus Pertamina, para peserta juga mengunjungi sejumlah lokasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yakni program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan. Kegiatan tersebut membawa para pelajar ke Kampung Hijau Gang Cemara di Jakarta Utara, Desa Energi Berdikari Kampung Eduwisata Bhinneka di Jakarta Pusat, Kampung Keberagaman & Batik Proklim Lestari di Cirebon, hingga Kampoeng Radjoet Binong "Merajut Asa Kita" di Bandung.
Di berbagai lokasi tersebut, peserta mempelajari pengelolaan sampah, energi terbarukan, ekonomi sirkular, serta pemberdayaan masyarakat secara langsung. Pendekatan ini memberikan pengalaman nyata sehingga materi yang dipelajari di ruang kelas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
Platform SYNERGY Pertamina Pangkas Waktu Pengurusan Izin 85%
Seluruh pengalaman peserta kemudian didokumentasikan dalam Saku Hijau, jurnal lapangan yang menjadi media refleksi pembelajaran. Para Green Warriors juga mengembangkan permainan edukatif bertema lingkungan untuk diterapkan kembali di sekolah agar semakin banyak pelajar terlibat dalam upaya menjaga bumi.
Reyhan Syukur, pelajar asal Bandung yang mengikuti GreenBus Pertamina, mengaku memperoleh sudut pandang baru mengenai isu lingkungan "Awalnya saya kira isu lingkungan itu hanya tentang data dan angka. Setelah ikut GreenBus, saya jadi paham bahwa semua dimulai dari kebiasaan kecil yang bisa saya lakukan mulai hari ini," ungkap Reyhan.
