Skor ESG WIKA Beton Melonjak Jadi 71, Delegasi S&P Global Sambangi WTON
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan lonjakan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi 71 dalam asesmen S&P Global periode 2022–2025. Capaian tersebut turut menarik kunjungan delegasi lembaga pemeringkat internasional S&P Global ke kantor pusat perseroan di Jakarta pada Rabu (24/6/2026).
Dalam sesi diskusi bersama manajemen, S&P Global memaparkan pentingnya penyesuaian pelaporan keberlanjutan agar selaras dengan standar International Sustainability Standards Board (ISSB) yang berlaku di kawasan Asia Pasifik, dengan fokus pada pengukuran metrik emisi.
Kehadiran langsung S&P Global di WIKA Beton di tengah dinamika pasar Indonesia juga memberikan perspektif baru mengenai praktik terbaik global dalam menghitung kerentanan fisik aset secara lebih spesifik, serta mengukur dan memitigasi dampak finansial dari transisi iklim terhadap rantai pasok operasional secara kuantitatif.
Baca Juga
Direktur Teknik & Produksi WTON, Verly Widiantoro, menegaskan kunjungan ini menjadi bukti praktik ESG yang telah dilakukan WIKA Beton.
"Kehadiran S&P Global memvalidasi bahwa standar produksi WIKA Beton telah terkalibrasi dengan parameter ketat internasional. WIKA Beton menjadikan skor 71 ini bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan landasan strategis untuk melakukan gap assessment, mengukur kerentanan aset, dan memastikan daya saing operasional WIKA Beton tetap relevan secara global,” kata Verly dalam keterangan resmi Senin, (29/6/2026).
Pada kesempatan yang sama, Director of Business Development Sustainable1 S&P Global Leo Kurniawan menambahkan, penilaian dari lembaga pemeringkat sejatinya adalah katalis bagi transformasi internal perusahaan.
"Penilaian S&P bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, melalui seluruh proses ini, kami mendorong perusahaan untuk membangun kapasitas internalnya. Hal ini bertujuan agar perusahaan memiliki kerangka kerja yang sangat solid, serta metodologi yang ilmiah dan tangguh dalam menguji berbagai data. Pada akhirnya, kapabilitas ini mempersiapkan perusahaan untuk merumuskan strategi yang secara spesifik disesuaikan dengan kebutuhan bisnis,” terang dia.
Paradigma transformasi tersebut selaras dengan penekanan Head of East Asia, Climate and Sustainability Services S&P Global Judy Su, yang menitikberatkan pada pentingnya metrik berbasis angka riil.
“Keberlanjutan bukan lagi sekadar narasi, bukan lagi sebatas deskripsi atau semacam analisis kualitatif mengenai apa yang telah kita lakukan. Keberlanjutan harus menjadi sebuah penilaian yang kuantitatif, terukur, dan berdampak, sehingga benar-benar dapat dipahami oleh para investor dan manajemen,” ucapnya.
Transparansi metrik, wawasan manajemen risiko iklim berbasis data, dan transformasi bisnis ini akan diintegrasikan secara penuh sebagai fondasi inti ekspansi bisnis WIKA Beton ke depan.
