BDO Indonesia Kantongi Validasi Target Net Zero dari SBTi, Bidik Pangkas Emisi 42% pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BDO Indonesia memperoleh persetujuan resmi dari Science Based Targets initiative (SBTi) atas target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) berbasis sains yang telah ditetapkan perusahaan. Validasi tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya perusahaan menuju target emisi nol bersih (net zero) pada 2050.
Dalam keterangan resmi, BDO Indonesia menyatakan berkomitmen menurunkan emisi GRK cakupan 1 dan cakupan 2 sebesar 42% pada 2030 dibandingkan tahun dasar 2025. Selain itu, perusahaan juga akan mengukur dan mengurangi emisi cakupan 3 sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi jangka panjang.
CEO BDO Indonesia, Thano Tanubrata, mengatakan persetujuan dari SBTi menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang selaras dengan agenda global pengendalian perubahan iklim.
Baca Juga
Pertamina NRE Hadirkan PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak, Pangkas Emisi 79 Ton
Menurut dia, sebagai firma jasa profesional, tanggung jawab perusahaan tidak hanya memberikan layanan kepada klien, tetapi juga memastikan operasional bisnis berjalan sejalan dengan upaya pembatasan pemanasan global.
"BDO Indonesia juga menargetkan pencapaian net zero pada 2050 dengan komitmen mengurangi emisi cakupan 1, 2, dan 3 hingga 90% dibandingkan tahun dasar 2025," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (18/6/2026).
ESG Partner BDO Indonesia, Johan Sebastian, menyebut validasi SBTi menjadi bukti bahwa perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan secara internal sebelum mendampingi klien dalam proses transisi menuju bisnis rendah karbon.
Sementara itu, ESG Expert BDO Indonesia, Amandari, mengatakan target berbasis sains tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi secara terukur dan kredibel dalam jangka panjang.
Selain menjalankan pengurangan emisi dalam operasional perusahaan, BDO Indonesia juga menyatakan akan terus mengembangkan layanan konsultasi Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk pendampingan penyusunan strategi keberlanjutan, inventarisasi emisi GRK, hingga penyusunan laporan keberlanjutan bagi perusahaan.
