Patuh ESG, Bos BMRI Bidik Target Net Zero Emissions di Tahun 2030
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Alexandra Askadar, membidik target untuk komitmen mencapai net zero emissions (NZE) operasional di tahun 2030. Tidak hanya itu, bos emiten dengan kode saham BMRI tersebut, juga membidik perseroan mencapai target NZE financing pada tahun 2060.
Menurut Alexandra, target tersebut merupakan wujud dari komitmen BMRI dalam memimpin inisiatif keberlanjutan, mempercepat kesadaran dan aksi ramah lingkungan, serta mempromosikan pemberdayaan keberagaman, kesetaraan dan inklusi (DEI). Ia juga memastikan perseroan akan terus mengimplementasikan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Secara internal, kami telah membangun fondasi yang kuat untuk ESG, menunjukkan komitmen yang kuat, meluncurkan berbagai inisiatif, mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam core business perusahaan dan tentu saja bekerja sama dengan nasabah kami sebagai salah satu pemangku kepentingan paling krusial dalam perjalanan ESG yang panjang ini,” jelasnya, saat menghadiri media lunch di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Baca Juga
Bank Mandiri Fokus Dorong Transformasi Digital Lewat Super Apps
Adapun pada tahun 2022 lalu Bank Mandiri menidirikan unit ESG yang berada di bawah pengawasan Alexandra, sebagai wail direktur utama, yang berfungsi sebagai control tower untuk memastikan implementasi aspek ESG ke dalam bisnis dan operasional. Lebih lanjut tujuan utama perseroan adalah memastikan inisiatif ESG dapat diimplementasikan juga untuk nasabah dengan menyeimbangkan risiko dan peluang secara efektif.
Dalam melibatkan nasabah, Bank Mandiri telah mengembangkan ESG Desk dalam unit Corporate Banking dengan dua fungsi utama, yaitu Client Center yang menawarkan solusi keuangan berkelanjutan yang inovatif, termasuk Green/Social Loan, Sustainability Linked Loan (SLL), Corporate-in-Transition Financing, dan ESG Advisory, serta Incubator for Expertise guna membangun keahlian, dengan membentuk pondasi yang kuat terutama bagi para Relationship Manager untuk berinteraksi secara efektif dengan klien.
Sementara itu perseroan tercatat telah menyalurkan sustainable financing sebesar Rp 264 triliun hingga bulan Maret 2024, dengan porsi pembiayaan hijau Rp 130 triliun yang meningkat sebesar 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Kucuran sustainable financing ini didominasi oleh sektor energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam (SDA) hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, serta bangunan ramah lingkungan.
Baca Juga
Komitmen Berantas Judi Online, Bank Mandiri Terapkan Berbagai Upaya Ini
"Perseroan berkontribusi tidak hanya mendorong pertumbuhan finansial, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Komitmen Bank Mandiri terhadap Isu Kesetaraan Gender
Alexandra juga menyoroti pentingnya menggalakkan pemberdayaan perempuan di Bank Mandiri melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan inklusi. Bank Mandiri mempromosikan kesetaraan gender dan memberikan hak yang sama kepada semua pegawai, dengan mendorong inklusivitas melalui program seperti Mandiri Women Leader, program mentoring dalam rangka career development, serta fasilitas ruang laktasi dan daycare.
Ia percaya pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberikan kesempatan, tetapi juga tmenciptakan lingkungan yang mendukung dari mulai infrastruktur hingga ketersediaab fasilitas. Menurutnya, perempuan memiliki tanggung jawab besar baik di kantor maupun di rumah, oleh karena itu, penting bagi untuk memastikan mereka merasa dihargai dan didengarkan.
"Sebagai seorang ibu, saya bersyukur dapat mempengaruhi kebijakan dan inisiatif untuk membawa perubahan positif, dengan mengintegrasikan prinsip ESG dalam operasional dan strategi Bank Mandiri guna membantu mencapai tujuan bisnis jangka panjang dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan," paparnya.

