Industri Hijau Jadi Kunci Masuk Rantai Pasok Global
Poin Penting
|
GRESIK, Investortrust.id - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur serta pengelola kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik menggelar forum akselerasi transformasi industri hijau di JIIPE.
Kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, regulator, dan mitra strategis ini untuk mempercepat dekarbonisasi, efisiensi sumber daya, serta penerapan ekonomi sirkular demi meningkatkan daya saing industri nasional. Industri hijau dinilai menjadi kunci masuk rantai pasok global
Forum tersebut menjadi respons atas meningkatnya tekanan global terhadap praktik industri berkelanjutan, termasuk kebijakan carbon border adjustment mechanism (CBAM) dan standar rantai pasok hijau. IBCSD sebagai sekretariat Kadin Net Zero Hub menilai transformasi industri rendah karbon bukan hanya kebutuhan lingkungan, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang.
Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani mengatakan, forum ini menghadirkan ruang dialog strategis untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi lintas sektor. Para peserta membahas berbagai solusi dekarbonisasi, mulai Resource Efficient and Cleaner Production (RECP), penerapan ekonomi sirkular, hingga perlindungan biodiversitas.
Indah mengatakan industri hijau kini telah menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing global. “Industri hijau bukan lagi isu lingkungan. Ini adalah isu daya saing industri. Perusahaan yang tidak mulai hari ini akan tertinggal besok,” ujar Indah dikutip Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga
Wamenperin: Transformasi Industri Hijau Bukan Beban, Tapi Peluang Emas
Ia menambahkan perusahaan yang bergerak lebih cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam rantai pasok global masa depan yang semakin ketat terhadap standar keberlanjutan.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dalam menerapkan strategi dekarbonisasi serta mengidentifikasi peluang efisiensi sumber daya. Selain itu, kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membuka jalan bagi pengembangan proyek percontohan industri hijau di Jawa Timur.
Chairwoman Kadin Net Zero Hub Elim Sritaba menegaskan bahwa transformasi menuju net zero emission tidak dapat dilakukan secara parsial oleh masing-masing perusahaan. Kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat implementasi di tingkat industri. “Kadin Net Zero Hub hadir sebagai ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha, teknologi, dan pembiayaan agar transformasi ini berjalan kolektif,” kata Elim.
Ia menilai pendekatan berbasis kawasan industri, seperti JIIPE dapat menjadi model percepatan transisi karena memungkinkan integrasi solusi secara lebih efisien.
Kawasan Industri Jadi Motor
Direktur HR and Logistic PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera Agung Guritno menjelaskan bahwa pihaknya telah mendorong tenant di kawasan JIIPE untuk menerapkan berbagai strategi dekarbonisasi di tingkat operasional.
“Di JIIPE, kami mendorong integrasi efisiensi energi, pengelolaan air dan limbah, serta penerapan prinsip circular economy untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Menurut dia, kawasan industri memiliki posisi strategis karena dapat mengorkestrasi berbagai inisiatif keberlanjutan secara terpadu, termasuk pengelolaan limbah dan pemanfaatan kembali sumber daya.
Baca Juga
Menperin: Transformasi Industri Hijau Sejalan Asta Cita Pemerintah
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi peningkatan kapasitas dan pendalaman teknis yang membahas penghitungan emisi industri, strategi dekarbonisasi, serta implementasi RECP secara praktis. Diskusi turut menyoroti peluang pengelolaan limbah, termasuk limbah elektronik atau e-waste, sebagai bagian dari ekonomi sirkular.
Head of International Affairs PT Mukti Mandiri Lestari Irfan Miswari menilai forum ini memberikan perspektif komprehensif dari sisi kebijakan hingga implementasi lapangan. Ia menyebut diskusi tersebut menjadi inisiatif penting untuk membangun kesadaran industri di daerah.
Peserta lain dari industri pupuk juga mengapresiasi materi yang dinilai aplikatif dan berharap adanya tindak lanjut untuk mendukung implementasi di perusahaan masing-masing.

