Bank Mandiri (BMRI) Rilis Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Ritel
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya mendukung ekonomi berkelanjutan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meluncurkan fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) bagi segmen ritel pada platform Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengungkapkan, inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi pihaknya dengan IDXCarbon yang menjadi langkah baru dalam membuka akses pasar karbon kepada masyarakat melalui layanan digital perbankan.
“Tidak berhenti pada peningkatan awareness atas jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, nasabah juga kami dorong untuk mengambil peran dalam mengimbanginya melalui mekanisme carbon offset yang kredibel dan terverifikasi,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Menurut Henry, SPE-GRK merupakan unit karbon yang merepresentasikan pengurangan emisi dari suatu proyek yang telah melalui proses pengukuran, pelaporan, serta verifikasi.
“Sertifikat ini menjadi bukti bahwa emisi gas rumah kaca telah berhasil dikurangi atau dihindari, sehingga dapat dimanfaatkan oleh individu maupun institusi untuk mengimbangi emisi dan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Inovasi yang merupakan bagian dari pengembangan terbaru Livin’ Planet ini menghadirkan kapabilitas baru di luar fitur sebelumnya.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Optimistis Catat Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Global
“Dalam implementasinya, carbon offset dilakukan dengan mendukung kegiatan pengurangan atau penyerapan emisi, baik melalui solusi berbasis alam seperti penanaman pohon, maupun solusi berbasis teknologi seperti pengembangan energi terbarukan dan proyek efisiensi energi,” ucap Henry.
“Sementara itu, carbon credit merepresentasikan pengurangan atau penyerapan emisi sebesar 1 ton CO2 ekuivalen yang dapat diperdagangkan sebagai instrumen dalam mekanisme tersebut,” ucapnya.
SPE-GRK yang tersedia saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy berkapasitas 2,4 MW di Sumatera Utara, yang mengolah limbah palm oil mill effluent (POME) menjadi energi terbarukan.
Di lain sisi, kata Henry, pihaknya juga melanjutkan kampanye keberlanjutan melalui program Mandiri Looping for Life yang mendorong pengurangan emisi melalui pengelolaan limbah tekstil, sekaligus melibatkan segmen UMKM dan brand lokal dalam membangun ekosistem gaya hidup ramah lingkungan.
Lewat kampanye tersebut, Bank Mandiri mencatatkan 1.398 transaksi Livin’ Planet dengan nilai mencapai Rp 135,2 triliun. Transaksi itu telah dikonversi menjadi penanaman 1.292 pohon yang berkontribusi dalam pengurangan emisi sebesar 45,32 ton CO2e.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi berbasis ESG (environmental, social, and governance) untuk memperluas inklusi keberlanjutan dan menghadirkan solusi keuangan yang semakin relevan, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Henry.

