Bagikan

Film The MINDJourney Ungkap Nilai Tambah Tambang dari Hulu ke Hilir

Poin Penting

MIND ID merilis dokumenter untuk edukasi publik tentang praktik pertambangan berkelanjutan.
Hilirisasi bauksit meningkatkan nilai dari empat puluh dolar menjadi tiga ribu dolar per ton.
Film menyoroti dampak sosial tambang terhadap masyarakat dan pertumbuhan usaha kecil.

JAKARTA, Investortrust.id - Holding industri pertambangan Indonesia MIND ID, perusahaan milik negara yang mengelola berbagai komoditas mineral strategis nasional, menayangkan perdana film dokumenter The MINDJourney pada Rabu (1/4/2026) sebagai upaya memperlihatkan proses penciptaan nilai tambah mineral dari hulu hingga hilir serta dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat pemahaman publik tentang praktik pertambangan berkelanjutan.

Melalui film ini, MIND ID menghadirkan visual perjalanan pengelolaan sumber daya mineral mulai tahap prapenambangan, operasional, hingga pascatambang dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami publik.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan film tersebut menjadi sarana untuk memperkuat integrasi antaranggota holding sekaligus memberikan edukasi mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab. “Melalui film ini, kami ingin menghadirkan satu media yang dapat memperlihatkan bagaimana seluruh anggota holding MIND ID bekerja dalam satu payung yang sama,” ujarnya dalam acara silaturahmi grup MIND ID.

Baca Juga

MIND ID Angkat Peran Hilirisasi dan Dividen Negara dalam Forum TAKJIL

Ia menjelaskan, MIND ID ingin membangun pemahaman bersama baik di internal maupun eksternal mengenai penerapan prinsip good mining practice, yakni praktik pertambangan yang mengedepankan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sejak tahap perencanaan hingga pascatambang. “Kami ingin membangun pemahaman bersama mengenai praktik pertambangan yang dijalankan dengan prinsip good mining practice mulai dari perencanaan, operasional, hingga pascatambang,” katanya.

Menurut Maroef, film ini juga menjadi upaya untuk menghadirkan perspektif yang lebih berimbang terhadap industri pertambangan yang selama ini kerap mendapat stigma negatif. Ia menilai aktivitas tambang memang mengubah bentang alam, tetapi jika dilakukan dengan kaidah yang benar, manfaatnya dapat dirasakan luas.

“Memang kegiatan pertambangan mengubah permukaan, namun jika dijalankan dengan kaidah yang benar, pengelolaan tambang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Nia Sihasale Zulkarnaen dan Ari Sihasale (kanan). Investortrust/Whisnu Bagus

Hilirisasi dan Nilai Tambah Mineral

Film The MINDJourney turut menyoroti pentingnya hilirisasi mineral sebagai strategi meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Selama ini, sebagian komoditas mineral masih diekspor dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya dinikmati di luar negeri.

MIND ID menunjukkan contoh pengolahan terintegrasi bauksit menjadi alumina hingga aluminium yang mampu meningkatkan nilai jual secara signifikan. Nilai bauksit mentah yang sekitar US$ 40 per ton dapat meningkat menjadi sekitar US$ 400 per ton dalam bentuk alumina, dan mencapai US$ 2.800 hingga US$ 3.000 per ton saat menjadi aluminium.

Nilai tersebut bahkan dapat meningkat lebih tinggi ketika aluminium diolah menjadi produk turunan seperti rangka baterai, badan kendaraan listrik, hingga komponen berteknologi tinggi. Proses hilirisasi ini dinilai memperkuat daya saing industri nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Dampak hilirisasi tidak hanya terbatas pada industri, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan usaha mikro kecil, serta peningkatan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Baca Juga

Tiga Tahun MIND ID, Perkuat Hilirisasi dan Perluas Peran Global

Maroef menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral secara terintegrasi menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Kekayaan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia harus dapat dikelola secara optimal agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan mendukung pembangunan masa depan Indonesia,” tegasnya.

Perspektif Baru dari Lapangan

Produser dan sutradara The MINDJourney Ari Sihasale mengungkapkan bahwa dokumenter tersebut disusun berdasarkan pengalaman langsung tim selama melakukan peliputan di berbagai wilayah operasi pertambangan.

Ia mengakui bahwa sebelum terjun ke lapangan, persepsi awal terhadap industri tambang banyak dipengaruhi oleh informasi di media sosial yang cenderung menyoroti sisi negatif. “Ini pertama kalinya kami membuat dokumenter tentang pertambangan. Awalnya, kami hanya mengetahui dunia pertambangan dari media sosial yang seringkali menampilkan sisi negatif,” ujarnya.

Namun, setelah melakukan observasi langsung, tim menemukan banyak sisi lain yang jarang terekspos, terutama terkait dampak sosial yang dirasakan masyarakat. “Ketika kami datang langsung ke lapangan, kami justru melihat banyak hal yang membuka perspektif baru,” katanya.

Ari menjelaskan proses produksi film dilakukan dengan perjalanan lebih dari 50 hari ke berbagai lokasi operasi anggota Grup MIND ID. Dalam proses tersebut, tim berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar tambang dan mendokumentasikan berbagai manfaat yang dirasakan. “Kami berkeliling lebih dari 50 hari dan bertemu langsung dengan masyarakat. Banyak dari mereka yang merasakan manfaat nyata, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan UMKM,” ujarnya.

Ia berharap dokumenter ini dapat menjadi medium edukasi yang mampu membuka perspektif publik terhadap industri pertambangan. “Dokumenter ini bukan hanya tontonan, tetapi diharapkan dapat membuka mata dan hati kita semua bahwa ketika pertambangan dilakukan secara bertanggung jawab, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024