The MINDJourney Ungkap Wajah Lain Industri Tambang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Film dokumenter The MINDJourney menghadirkan perspektif baru tentang industri pertambangan dengan menampilkan cerita langsung dari masyarakat di sekitar wilayah tambang, sebagai upaya meredam stigma negatif dan membuka ruang pemahaman publik yang lebih utuh.
Film ini diproduksi oleh rumah produksi Alenia Pictures dan mengangkat kisah dari berbagai wilayah operasional yang berada di bawah naungan MIND ID. Pendekatan yang digunakan menekankan transparansi dengan memperlihatkan kondisi lapangan secara apa adanya.
Produser film Nia Sihasale Zulkarnaen menjelaskan proses produksi dilakukan melalui observasi langsung tanpa intervensi terhadap alur cerita. Ia mengatakan tim hanya hadir untuk merekam dinamika yang terjadi di lapangan. “Bukan untuk menggurui, tetapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia dikutip Senin (6/4/2026).
Baca Juga
Pendekatan ini menjadi antitesis dari pola komunikasi industri yang kerap dianggap satu arah. Film tersebut tidak menempatkan perusahaan sebagai narator utama, melainkan membiarkan interaksi antara masyarakat, pekerja, dan lingkungan sekitar menjadi sumber cerita.
Dalam proses produksi, tim mengunjungi sejumlah wilayah tambang dan merekam interaksi yang terjadi secara spontan. Para talent didorong untuk berdialog langsung dengan warga tanpa panduan pertanyaan baku, sehingga percakapan yang muncul lebih alami dan mencerminkan realitas di lapangan.
Dari proses tersebut, berbagai cerita muncul, termasuk pengalaman masyarakat yang merasakan dampak ekonomi dari aktivitas tambang. Beberapa warga mengaku mendapatkan peluang usaha, sementara lainnya merasakan adanya pendampingan sosial. “Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” kata Nia.
Namun, film ini tidak hanya menampilkan sisi positif. Nia menegaskan bahwa The MINDJourney juga membuka ruang untuk melihat berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pertambangan di Indonesia. “Tidak ada yang ditutup-tutupi. Justru dari situ kita bisa melihat secara utuh, mana yang sudah baik, mana yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, film ini juga menyoroti kehidupan sosial masyarakat di sekitar tambang. Relasi antara perusahaan dan komunitas digambarkan sebagai proses yang dinamis, mencakup interaksi sosial, kebutuhan masyarakat, serta upaya membangun kepercayaan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Sutradara program Arie Sihasale mengatakan proses pengambilan gambar dilakukan tanpa arahan khusus agar narasi berkembang secara alami. “Kami tidak pernah mengarahkan harus bicara apa. Semua mengalir dari apa yang dilihat dan dirasakan,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.
Sebagai informasi, The MINDJourney ditayangkan di Metro TV dan hadir secara berkala setiap akhir pekan.

