Pertamina Perkuat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Indonesia dari Hulu ke Hilir
CILACAP, investortrust.id- PT Pertamina (persero) memperkuat ekosistem sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan ramah lingkungan melalui sinergi bisnis hulu ke hilir.
Hal itu diwujudkan dengan kerja sama penguatan ekosistem SAF antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), PT Pertamina Patra Niaga (PPN), serta Pelita Air Service (PAS) bertempat di kilang hijau Cilacap.
Baca Juga
Pertamina Hulu Energi Catat Sumur Pengeboran BNG-064 Tembus 990% dari Target
”Pertamina mendukung swasembada energi melalui roadmap SAV di tengah pertumbuhan perjalanan transportasi dan kargo udara,” ujar Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Salyadi Saputra pada acara penandatanganan dan kick off ekosistem pengembangan SAF Pertamina, di Cilacap, Kamis (16/1/2025) seperti dikutip dalam keterangan persnya.
Pertamina memiliki lini bisnis hulu ke hilir yang mampu mendukung rantai pasok SAF secara komprehensif. Sinergi ini mencakup riset dan inovasi, produksi SAF, pemasaran, penggunaan, hingga menciptakan multiplier effect dengan pemberdayaan masyarakat.
Dari sisi riset dan inovasi, sejak 2010, Pertamina mengembangkan katalis yang mampu mengolah used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah untuk diolah sebagai SAF sesuai standar American Society for Testing and Materials (ASTM) Internasional. Pada 2024, katalis ini telah terbukti secara teknis melalui uji coba skala pilot di laboratorium Technology Innovation.
Dari sisi produksi SAF, Pertamina melalui Kilang Pertamina Internasional (KPI), melakukan aktivitas pengembangan SAF sejak 2020, termasuk melalui kilang hijau Cilacap. Pada 2023, SAF yang diproduksi di Kilang Cilacap dipakai dalam joy flight pada penerbangan komersial Garuda tujuan Jakarta-Solo.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menegaskan, SAF produksi KPI memberikan multiplier effect, antara lain mendukung katalis berkelanjutan, memperkuat produksi katalis dalam negeri, dan menjadi SAF pertama yang diproduksi di Indonesia dan tersertifikasi secara internasional.
Baca Juga
Pertamina Pastikan BBM B40 Tak Ganggu Stok CPO untuk Minyak Goreng
Dari sisi pemasaran SAF, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga (PPN) telah memperoleh sertifikasi sustainability internasional ISCC CORSIA dan EU sebagai trader. Puncaknya, pada event Bali International Air Show, September 2024, PPN melakukan trial penjualan SAF kepada customer airline di event tersebut.
Di sektor pengguna aviasi, Pelita Air Service (PAS) menggunakan SAF sebagai implementasi aksi dekarbonisasi. Beberapa program yang didukung PAS, antara lain zero emission flight menggunakan carbon credit, efisiensi operasional dan program carbon offset lainnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina Group dalam melakukan inovasi menciptakan produk energi berkualitas dan ramah lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mencapai swasembada energi sekaligus mendukung target net zero emission pemerintah.

