Menteri Nusron Ungkap Capaian LP2B dalam Tata Ruang Capai 68%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mengungkapkan capaian lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dalam rencana tata ruang masih 68,03% dari luas lahan baku sawah (LBS).
“Hal ini menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, revisi RTRW perlu segera dilakukan dengan memasukkan LP2B minimal 87% dari LBS,” kata Nusron dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi II DPR dipantau melalui tayangan TV Parlemen, dikutip Rabu (1/4/2026).
Baca Juga
Prabowo Perkuat Perdagangan dengan Perusahaan AS, Ikat Kesepakatan di Sektor Pertanian dan Industri
Ia menyebut, pada tingkat kabupaten/kota, cakupan LP2B dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) baru mencapai sekitar 41,22%.
Nusron menambahkan, pemerintah berkomitmen memperkuat kebijakan LBS, LP2B, dan lahan sawah yang dilindungi (LSD) untuk mendukung swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Penetapan LSD akan terus kami percepat agar perlindungan lahan sawah memiliki dasar hukum yang kuat dan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah,” tutur dia.
Di sisi lain, Menteri Nusron mengusulkan tambahan anggaran pada 2026 sebesar Rp 2,03 triliun kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa untuk mendukung program tiga juta rumah hingga percepatan revisi tata ruang.
Baca Juga
Kemenko Perekonomian Tegaskan Fasilitas Impor Pertanian RI–AS Bukan Beban APBN, Murni Kerja Sama B2B
Dia menyebut, tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk penataan sertifikasi permukiman kumuh yang akan dibangun dalam program pemerintah, yang tidak seluruhnya tercakup dalam skema pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).
“Terutama adalah penataan sertifikasi pemukiman-pemukiman kumuh yang akan dibangun oleh Bapak Presiden, yang itu kalau menunggu PTSL murni — karena PTSL itu basisnya kewilayahan, sementara ini basisnya adalah tematik, tema perumahan. Sehingga ada yang belum ter-cover PTSL, akan di-cover dari sini,” kata Nusron.

