Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Migas Domestik Tetap Aman
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji memastikan pasokan mingak dan gas (migas) nasional tetap aman, meski konflik di Timur Tengah memanas usai Iran lancarkan serangan ke Israel beberapa hari lalu.
Dia menjelaskan, konflik Iran-Israel itu sendiri tidak memberikan dampak terhadap Pertamina yang sudah memiliki kontrak. Oleh karena itu, untuk saat ini, pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga jual BBM.
Baca Juga
Meski Eskalasi Timur Tengah Meningkat, Pemerintah Belum Berniat Naikkan Harga BBM
“Kalau menurut kami, cadangan nasional, baik yang di kilang maupun yang di jumlah kilang plus entrait di kapal, totalnya 30 harian. Jadi stok LPG dan BBM memadai,” ucap Tutuka di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (16/4/2024).
Terkait dampak konflik Iran-Israel, dia mengatakan, berpotensi mengerek harga minyak dunia sekitar US$ 5-10 per barel. Jika harga minyak dunia saat ini berada di kisaran US$ 90 per barel, maka perang bisa membuat harga minyak naik ke level sekitar US$ 100 per barel.
Baca Juga
Dirjen Migas: Harga Minyak Berpotensi Tembus US$ 100 per Barel
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan mengatakan, stabilitas harga dan stok BBM dalam negeri tetap aman, meski terjadi ketegangan di Timur Tengah.
“Kecenderungan harga minyak mentah naik, namun kami tetap memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman. Kami juga komitmen menjaga harga BBM domestik tetap stabil agar tidak berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat,” sebut Riva.
